Habis Hutan Terbitlah Kelapa Sawit

Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan masih belum menunjukkan perbaikan. Sejumlah titik api bermunculan dan melahirkan asap pekat menyelimuti sejumlah wilayah.

Uniknya, dari sejumlah lahan yang habis terbakar, kini bermunculan juga bibit sawit baru di lahan yang telah terbakar.


Tak diketahui siapa yang menanam. Namun indikasi kesengajaan pembakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan seolah terbukti dengan kemunculan pucuk-pucuk sawit baru tersebut.

Ini diakui oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho.


Lewat akun Twitternya, Sutopo mengunggah sebuah lahan yang baru saja usai terbakar, namun kini sudah dipenuhi pucuk-pucuk sawit baru.

“Lahan bekas kebakaran di Nyaru Menteng Palangkaraya sudah ditanami kelapa sawit. Habis bakar terbitlah sawit. ”

Diakui Sutopo, munculnya pucuk sawit baru tersebut justru ditemukan di kawasan konservasi orangutan yang terbakar.

“Kawasan konservasi org hutan/arboretum Nyaru Menteng Palangkaraya terbakar. Jarak pandang 30 m pada 20-10-2015. ” tulis Sutopo.


Pantauan BNPB berdasarkan citra satelt, hingga Selasa, 20 Oktober 2015, sebanyak 90 persen kawasan Sumatera dan Kalimantan memang sudah tertutup asap.

“Karhutla di OKI Sumsel makin besar. Asap pekat & besar ke arah utara-Timur laut. Makin sulit dipadamkan 21-10-2015. ” tulis Sutopo.

Sementara hingga 21 Oktober 2015, kondisi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan semakin membesar. “Makin sulit dipadamkan,” kata Sutopo.

“Seluruh Kalimantan dan 90% Sumatera tertutup asap 20-10-2015. Asap makin meluas. ” tulisnya. [Viva dan Twitter @Sutopo_BNPB]