HEBOH !! Lokalisasi Ditutup, PSK Pasang Tarif Rp 200 Ribu.


Lebih dari seratus personel gabungan diturunkan pemerintah Kota Jambi ke eks lokalisasi Payo Sigadung atau yang juga dikenal dengan nama lain Pucuk.
Razia berlangsung Kamis (28/4/2016) hingga Jumat (28/4/2016) dini hari.
Ratusan personel yang diturunkan terdiri dari gabungan Satpol PP Kota Jambi, personel TNI dari Kodim 0415/ Batanghari, Polresta Jambi dan Polisi Militer serta Denpom.
Razia dipimpin langsung Wali Kota Jambi, SY Fasha setelah sebelumnya pemerintah kota 'mencium' adanya indikasi aktifitas prostitusi terselubung.
Meski secara resmi pemerintah Kota Jambi menyatakan telah menutup lokalisasi Payo Sigadung, namun diam-diam ada aktifitas prostitusi yang masih berlangsung.
Kecurigaan ini berdasarkan hasil petugas melakukan razia. Dimana masih ditemukan sejumlah kafe dan tempat lainnya menampung wanita pekerja seks komersial (PSK).
Dari informasi yang berhasil dihimpun, kecurigaan adanya aktifitas penjaja cinta satu malam di eks lokalisasi ini terendus setelah petugas mendapati sejumlah daftar buku tamu di beberapa cafe.
Bahkan dalam catatan tersebut masih tertera daftar tamu hingga bulan april 2016 ini.
Di buku tersebut juga tertera daftar harga tarif kencan yang berkisar mulai 200 ribu.
Ada indikasi informasi razia bocor ke telinga mucikari dan PSK. Pasalnya, saat petugas tiba, hampir setiap rumah yang dicurigai gelap gulita. Lampu sengaja di matikan karena, untuk mengelabui petugas.
Di beberapa tempat, petugas gabungan harus membuka paksa pintu kamar. Hasilnya cukup mengejutkan.
Dibeberapa kamar, petugas medapati tisu dan alat kontrasepsi menumpuk di keranjang sampah plastik di dalam satu kamar.
Di beberapa kamar kosong yang di datangi, tim razia gabungan mendapati kondisi kamar tak berpenghuni.
Namun, petugas menemukan pakaian wanita dan parfung isi ruangan serta kondisi tempat tidur yang berantakan.
Bahkan di salah satu tempat petugas mendapati tujuh ikat uang tunai pecahan 100 ribu dan 50 ribu rupiah, atau sekitar 70 juta rupiah. 
Uang tersebut tersimpan di tas yang ditinggal di salah satu kamar kafe.
Wali Kota Jambi yang dikonfirmasi awak media membenarkan masih adanya praktek pristitusi di eks lokalisasi Payo Sigadung.
Namun, ia membantah jika pemerintah kota Jambi di sebut kecolongan. Pasalnya selama ini kata dia pengawasan terus dilakukan.
“Ternyata memenag masih ada kegiatan disini, namun tidak seramai sebelum dilakukanya penutupan”, katanya.
Meski razia tak mendapati satupun diduga PSK. Namun, petugas gabungan mengamankan empat orang laki-laki. Tiga diantaranya diduga sebagai mucikarai.
Fasha mengatakan, pihaknya akan memanggil ketua Rt setempat dan pemilik rumah di eks lokalisasi terbesar di Jambi tersebut.
Jika benar ada pelanggaran, Fasha mengatakan pihaknya mengatakan akan memproses sesuai perda nomor 02 tahun 2014.
Beberapa bangunan diduga menampung PSK pun langsung di segel petugas.
“Dari temuan tersebut kita amankan pemilok rumah untuk dilakukanya penyelidikan lebih lanjut, kita ada PPNS yang akan melakukan proses hukumnya," pungkas Fasha. (*)
SUMBER : TRIBUNNEWS.COM, JAMBI