ASTAGFIRULLAH!!! Sangat Merinding Inilah Kisah Nyata dan Horor Nyata di Balik Film The Conjuring 2 Meriding Dibacanya!


Suara pria tua terdengar di dalam ruangan dengan hawa yang begitu dingin.
Yang menyeramkan, suara pria tua itu melontarkan kalimat semacam pesan dari alam gaib, yang menjelaskan kejadian saat kematianya.
"Sebelum aku mati, aku buta, dan kemudian aku mengalami pendarahan dan aku tertidur hingga mati di kursi di sudut bawah tangga,".
Suara menakutkan tersebut yang berhasil terekam dalam kaset ini adalah suara arwah Bill Wilkins, yang keluar dari mulut seorang gadis, Janet Hodgson.
Rekaman itu dibuat di Enfield, London Utara, di tahun tujuh puluhan, beberapa tahun setelah kematiannya.
Dilansir dari dailymail.co.uk, dikisahkan keluarga Hodgson mengalami teror menyeramkan pada tahun 1977 itu dikenal dengan kisah 'Enfield Haunting'.
Kisah tersebut menjadi perhatian masyarakat Inggris di tahun 1977 dan 1978. Kisah tersebut pula yang menjadi cikal bakal dibuatnya FIlm The Conjuring 2.
Kengerian cerita horor datang dari sebuah rumah yang terletak di 284 Green Street, Enfield, London.
Rumah yang dihuni seorang ibu Peggy Hodgson serta anak-anaknya, Janet, Margaret, Johnny, dan Billy.
Janet, satu-satunya anak yang dihantui oleh arwah bernama Bill Wilkins, penghuni rumah terdahulu yang sudah meninggal.
Dalam video berjudul 'Revisiting Enfield' yang mengawali proses pembuatan film The Conjuring 2, Margaret dan Janet Hodgson asli menuturkan kisah mereka.
Margaret dan Janet menjalani masa kecil yang normal hingga pada Agustus 1977. Setelahnya hal menyeramkan mulai mengganggu keluarga mereka.Saat itu Janet berusia 11 tahun dan Margaret 13 tahun.
"Lemari tiba-tiba bergerak sendiri menuju pintu," ucap Janet dalam video tersebut.
Semenjak itu, hal-hal aneh pun terus berlangsung di rumah yang mereka diami yang terletak di 284 Green Street, Enfield, London.
Bahkan Janet benar-benar melayang di udara. Aktivitas yang tidak normal itu terjadi selama 18 bulan.
Suatu hari, Peggy Hodgson, ibu Janet melapor ke polisi dan meminta rumah mereka diperiksa.
Anggota polisi yang memeriksa, Constable Carolyn Heeps mengaku menemukan hal yang luar biasa di rumah itu.
Ia mendengar ketukan di dinding, yang tak diketahui apa penyebabnya.Ia pun angkat tangan atas kasus yang menimpa keluarga tersebut dan menyarankan agar Peggy meminta bantuan pihak gereja.
Selanjutnya, keluarga meminta bantuan dari Society for Physical Research (SPR), lalu mereka dibantu Maurice Grosse dan Guy Lyon Playfair, seorang ahli poltergeist yang kemudian menulis sebuah buku tentang kisah ini.
Penulis Will Storr berbicara kepada Grosse, yang sudah meninggal, ketika meneliti buku sendiri Will Storr vs The Supernatural, yang juga memiliki kasus sama seprti ini.
Grosse mengatakan: "Begitu aku sampai di sana, aku menyadari bahwa kasus itu nyata karena keluarga itu dalam keadaan buruk. Semua orang berada dalam kekacauan. Ketika saya
pertama kali tiba di sana, tidak ada yang terjadi untuk sementara waktu. Lalu aku mengalami potongan Lego terbang melintasi ruangan, dan kelereng,".
Para peneliti menemukan diri mereka terjebak dalam pusaran aktivitas psikis, dengan setiap trik poltergeist dilakukan kepada mereka.
Sofa diangkat, furniture berputar dan terlempar ke seberang ruangan, dan keluarga akan melemparkan keluar dari tempat tidur mereka di malam hari.Janet telah tumbuh menjadi wanita dewasa berambut panjang, sedang Margaret tampak lebih tua darinya.
Kini mereka hidup nyaman dan bahagia dengan keluarga masing-masing.
Janet mengaku tidak mau lagi mengalami hal yang serupa.
Baginya pengalaman Enfield adalah pengalaman yang paling menyeramkan dan dia tidak sanggup mengalaminya lagi.
Rumah Enfield kini telah dimiliki oleh keluarga lain, namun tidak ada laporan atas kejadian supranatural seperti yang dialami keluarga Hodgson.Ibunya, Peggy meninggal karena kanker payudaradan meninggal tahun 2003.
Adiknya, Johnny juga meninggal di usia 14 tahun karena kanker.
Tragis, Janet juga kehilangan anaknya ketika ia berusia 18 tahun.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama