Ayah,Bunda Waspadallah!!!, Ini Efek Kecanduan Gadget pada Anak Sangat Bahaya Sekali, Tolong Sebarkan Ayah,Bunda!!!


Anak jaman sekarang lebih memilih gadget ketimbang bukuTumbuh dewasa dengan teknologi bisa menjadi hal yang sangat menyenangkan. Dengan ponsel pintar, mesin pencari di internet dan situs-situs media sosial, teknologi telah menjadi bentuk jendela dunia baru menggantikan buku. 
Tetapi, terlalu banyak terekspos dengan teknologi, atau yang saat ini disebut kecanduan cyber mampu menghambat perkembangan sosial anak-anak. Jika sang buah hati terlalu sering menghabiskan waktu dengan gadget mereka, Anda patut waspada. 


Berikut ini adalah tujuh dampak kecanduan gadget pada anak seperti yang dilansir dari Times of India:
1. Obesitas
Karena keasyikan bermain gadget, anak-anak cenderung malas untuk bermain ke luar rumah. Padahal, ini sangat penting bagi pertumbuhan dan kesehatan mereka.
"Anak-anak tak lagi bermain di udara terbuka. Ini adalah salah satu alasan utama terjadinya obesitas pada anak-anak. Permainan seperti petak umpet dan memanjat pohon dianggap sebagai permainan kuno oleh mereka," kata ahli gizi asal India, Sunayna Sharma.
2. Kurang pengetahuan
Bagi anak yang kecanduan cyber, buku-buku tak lagi menarik perhatian. Mereka berhenti membaca dongeng dan orangtua pun cenderung enggan membacakan buku cerita kepada mereka, karena tingkat kecanduan cyber yang juga tinggi pada orang dewasa.
3. Tidak terpapar budaya tradisional 
Anak-anak berhenti bermain permainan tradisional, atau permainan luar ruangan. Bagi mereka, game online ada permainan terbaik yang pernah ada. Bahkan, sebagian besar waktu mereka sehari-hari dihabiskan untuk bermain game online hingga larut malam.
"Anak-anak belajar banyak hal dari permainan tradisional. Mereka belajar kosa kata, keterampilan matematika, dan pada yang sama permainan tradisional bisa meningkatkan konsentrasi anak-anak. Ini adalah cara yang fantastis untuk memenuhi semangat kompetitif anak," ujar Ragini Nanda, seorang guru sekolah.
4. Kekurangan teman sebaya
Teman virtual telah menjadi teman sejati mereka. Anak-anak di zaman ini umumnya tidak tahu apa artinya persahabatan sejati. Persahabatan telah menjadi lebih dari ikatan digital daripada ikatan emosional. Mereka tidak berbagi duka dan kebahagiaan mereka dengan teman-teman mereka.
5. Memburuknya hubungan orangtua dan anak
Kecanduan gadget juga memengaruhi hubungan antara orangtua dan anak. Televisi dan video game telah menjadi lebih dari "pengasuh" mereka. Orangtua dan anak pun cenderung jarang untuk menghabiskan waktu bersama. Bahkan, ketika pergi ke luar rumah, mereka pun masih sibuk bermain game di ponsel, atau gadget dan mengutak-atik tablet.
6. Kehilangan kreativitas
Ini adalah dampak yang menyedihkan. Kecanduan cyber membuat anak-anak tak lagi membuat istana pasir, menggambar, mewarnai, atau bermain alat musik. Tentu saja, hal ini berakibat pada kreativitas yang tidak terasah.
7. Kurang tidur
Kecanduan cyber juga merupakan sebuah kecanduan serius, di mana anak-anak tidak mendapatkan cukup tidur. Ada kecenderungan umum yang dialami anak-anak, yakni lupa waktu ketika mereka sedang sibuk memainkan beberapa game online. 
"Mereka lelah secara mental dan telah menyadari bahwa mereka umumnya mudah marah dan mereka tidak menyadari bahwa mereka mengantuk karena mereka begitu asyik dalam bermain," ujar dokter anak, Rohini Dixit.
Selanjutnya, Dixit menganjurkan, agar orangtua tidak melarang anak bermain game di komputer, atau gadget mereka sepenuhnya. Tentukan waktu khusus selama satu hingga dua jam untuk bermain game, misalnya di akhir pekan, atau di hari libur.
Tentukan pula waktu istirahat total, di mana baik orangtua dan anak lebih sering berinteraksi bersama, ketimbang sibuk dengan gadget. (asp)