Inna lillahi!! Putri Konglomerat Indonesia Tewas Terbakar, Cuma Sisa AbunySaja yang Dibawa pulang, Untuk Di Kuburkan

 

Putri konglomerat Indonesia Harjo Sutanto, pewaris takhta Wings Group, Silvana Regina Sutanto, tewas terpanggang dalam sebuah kebakaran di Alaska, Amerika Serikat (AS).Kebakaran itu terjadi saat Silvana bersama keluarganya liburan ke Alaska, Amerika Serikat, Kamis (2/6/2016). Penginapan Kodiak Lodge tempat Silvana dan keluarga menginap terbakar, saat mereka sedang beristirahat.
Dalam peristiwa kebakaran di penginapan yang terletak di sebuah pulau lepas pantai Alaska itu, tiga anaknya ikut terluka. Menurut koran Singapura, The Straits Times, kebakaran tersebut berlangsung sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat.
Tim pemadam kebakaran dan regu penyelamat tidak bisa menuju lokasi, karena yang sulit dijangkau. Seorang polisi hutan, dua polisi negara bagian, dan wakil kepala pemadam kebakaran berhasil menjangkau lokasi dengan menggunakan kapal patroli.
Menurut keterangan Alaska Dispatch News, api di lokasi kejadian baru bisa dipadamkan pada jam 10.45. Penyebab kebakaran masih diselidiki aparat keamanan. Seorang teman keluarga Silvana, Ranjan Ramchandani mengatakan, “Kami sempat mengobrol untuk berencana melakukan perjalanan ke India, Ethopia dan Alaska untuk memotret daerah tertentu.”
“Silvana selalu tersenyum dan bersemangat untuk berkunjung ke alam. Dia penuh sangat rendah hati. Kami akan merindukannya,” tambah Ranjan.
Selama ini, Silvana tinggal di Belmont Road, Singapura. Silvana merupakan direktur lima perusahaan kesehatan dan investasi di Singapura, termasuk United Wealth Industries, The Inspiration Shop dan Universal Wellbeing. Wings Group sendiri dikenal sebagai perusahaan penghasil produk-produk rumah tangga dan pemeliharaan kesehatan yang berbasis di Jakarta dan Surabaya. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1949 dengan nama Fa Wings. Pada tahun 1991 perusahaan berubah nama menjadi Wings Surya.Wings menghasilkan produk antara lain sabun, bedak dan deterjen, floorcleaners, pelembut kain, dan pembalut. Market produk perusahan itu tersebar di seluruh Indonesia.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sudah mendapat informasi soal peristiwa ini. “Informasi yang kita terima tadi pagi, sekarang masih di rumah sakit setelah itu akan ada pemeriksaan tentunya dan informasi yang kita terima akan dikremasi di sana baru abunya dibawa pulang,” ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arrmanatha Nasir.
Arrmanatha mengatakan sejak mendapat informasi peristiwa ini, KJRI di Alaska sudah melakukan pendampingan membantu proses di sana termasuk menghubungi keluarga. “Sekarang (jenazah) ada di Anchorage, Alaska,” ujarnya.
Kemlu belum mendapatkan informasi soal pemulangan abu jenazah Silvana ke Indonesia, saat ini masih berada di rumah sakit untuk beberapa tahap proses sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. “Kita masih menungu informasi secara detail karena itu bagian dari investigasi,” ucap Arrmanatha soal penyebab kebakaran.
Kebakaran itu terjadi pada Kamis (2/6) dini hari lalu di area Kodiak Lodge, yang merupakan penginapan terpencil di lepas pantai setempat. Otoritas setempat baru bisa mencapai lokasi kebakaran pada Kamis (2/6) malam, sekitar pukul 22.15 waktu setempat karena kendala buruknya jarak pandang untuk terbang. (msc)