Sidang Kasus Eno: Terungkap Wajah Bertompel & Misteri Dimas Sang Pembunuh Yang Menyeramkan


Pengacara terdakwa RAI, 15 tahun, Alfan Sari, mengatakan ada fakta baru yang terungkap dalam persidangan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Eno Farihah, 18 tahun, buruh plastik di Tangerang.

"Saksi Arifin (Rahmad Arifin) mengatakan orang yang bersama dia saat malam pembunuhan itu bukan terdakwa RAI, melainkan Dimas," kata Alfan, Rabu petang, 8 Juni 2016, seusai persidanganan.

Alfan mengatakan Arifin terisak-isak saat memberikan kesaksian di depan pengadilan. Saat diminta memperhatikan wajah RAI, Arifin sempat menunduk dan mengatakan tidak mengenal RAI.

"Kami buka kopiah RAI, dan Arifin mengatakan orang yang membunuh Eno di wajahnya ada tompelnya," ujar Alfan menirukan ucapan Arifin. Alfan menunjukkan foto wajah Dimas kepada Arifin.
Arifin membenarkan wajah pria dalam foto tersebut adalah sosok yang bersamanya saat Eno dibunuh. "Kami tidak menggiring saksi, tapi ini fakta persidangan," tutur Alfan. "Dan yang membuat Kami terkejut, saat sidang hendak ditutup pintu samping (pintu masuk keluar hakim, terdakwa, dan jaksa) digedor. Ternyata, setelah dibuka, Arifin berteriak, 'BAP bohong',” kata Alfan.

Kamis, 9 Juni 2016, penasihat hukum RAI bakal menghadirkan saksi yang meringankan kliennya, yakni kawan dan guru sekaligus kepala sekolah tempat RAI sebelumnya menamatkan SMP.

Sementara itu, jaksa penuntut umum, Agus Kurniawan, mengatakan dia tidak akan menghadirkan saksi. "Saksi dari kami sudah cukup. Kami akan berkonsentrasi menyusun surat tuntutan," ujar Agus.

Eno, 19, ditemukan tewas mengenaskan di mes perusahaan di Desa Jatimulya, Kecamatan Kosambi, Jumat, 13 Mei 2016. Di sekujur tubuhnya, terdapat banyak luka dan ada gagang cangkul di kemaluannya.

Warga Kampung Bangkir, RT 12 RW 03, Pegandikan, Lebakwangi, Kabupaten Serang, ini ditemukan tak bernyawa oleh teman-teman satu mesnya, yaitu Eroh, Tikroh, dan Nopi, saat mereka pulang kerja.