Ustaz Arifin Ilham: Haram Memilih Pemimpin Kafir, Mari Bagikan!


Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Subhanallah sahabatku, Islam adalah agama sempurna yang mencakup semua aspek kehidupan, hatta apalagi kepemimpinan. Dari sederhana masuk kamar mandi sampai apalagi kepemimpinan.

Memisahkan Islam dengan kepemimpinan adalah kebodohan, tidak paham ajaran Islam. Islam tidak bisa dipisahkan dengan politik kekuasaan. Nabi Ibrahim diutus Allah untuk menghadapi rezim berhala Namrudz, Nabi Musa diutus Allah menghadapi rezim pembantai bayi Firaun, dan Nabi Muhammad diutus Allah untuk menghadapi para kuffar jahiliyyah.

Dengan takluknya kepemimpinan kuffar jahiliyyah maka umat manusia beriman "bertasbih kepada Allah, dan banyak mengingat Allah" (QS Thoha 33-34), agar umat hidup dalam petunjuk Allah, dalam kemuliaan Islam, dalam keberkahan takwa. Bahagia dalam syariat dan sunnah Rasulullah (QS Al A'rof 96).

Karena itu Islam sangat memperhatikan kepemimpinan dengan syarat dan kreteria yang sangat jelas yaitu mengutamakan keimanan dan ketakwaan. "...bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shalih" (QS Al Anbiya 105).

Karena itu haram, memilih pemimpin kafir, bacalah dengan iman! Kalam Allah ini, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin/pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?" (QS An Nisa 144).

"Hai orang-orang yg beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman" (QS Al Maidah 57).

Rasulullah bersabda kepada ka’ab bin ujrah: mudah-mudahan Allah melindungimu dari para pemimpin yang jahil. Ka’ab bin ujzah bertanya: apa yang dimaksud dengan pemimpin yang jahil wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "mereka adalah para pemimpin yang hidup sepeninggalku. Mereka tidak beriman pada petunjuk Allah, dan mereka tidak mengikuti sunnahku" (HR Ahmad).

Ingat setiap mukmin apalagi juru dakwah wajib menyampaikan dalil yang benar berdasar Alquran dan Sunnah.

Allahumma ya Allah berkahilah negeri kami dengan Engkau hadirkan untuk kami pemimpin yang sangat takut kepadaMu, dan mengajak kami takut kepadaMu, pemimpin teladan, cerdas, jujur, amanah, yang sungguh sungguh mencintai kami sebagai rakyatnya, dan mengajak kami hidup bahagia dalam SyariatMu dan Sunnah NabiMu Muhammad shollallahu alaihi wasallam....aamiin.


(Ustaz Muhammad Arifin Ilham)