Wanita, Kau Harus Tahu Ini... Ini Tentang Diri Wanita Dan Segala Perubahan Yang Kebanyakan Akan Dialaminya!!


Ini tentang diri wanita dan segala perubahan yang kebanyakan akan dialaminya setelah melewati satu fase dalam kehidupannya, yaitu menikah. Dalam Islam, wanita memiliki seorang pria yang bertanggung jawab terhadap dirinya. Yaitu ayah atau wali1 saat sebelum menikah dan suami saat setelah menikah. Sehingga wanita pun mempunyai kewajiban untuk patuh pada ke-dua pria tersebut2.

Khusus setelah wanita menikah, ada satu kewajiban yang melekat pada dirinya selama menyandang status sebagai seorang istri, di samping kewajiban yang lain3. Yaitu melayani suami kapan pun dan di mana pun. Kewajiban melayani di sini lebih kepada kesiapan istri ketika suami ingin berhubungan secara seksual dengannya. Menikah dan hubungan seks adalah satu paket yang sulit dipisahkan, karena menikah adalah bentuk dari pemeliharaan diri pria dan wanita dari terjerumus kepada zina.

Nah, dari sinilah perubahan yang akan terjadi pada wanita bermula. Perubahan yang dapat terlihat secara fisik setelah wanita menikah dan melakukan hubungan seks, diantaranya:

Selaput darah sobek Setelah melakukan hubungan seks, ada sesuatu yang hilang pada diri wanita, yang secara umum dikenal sebagai keperawanan seorang wanita. Hal ini ditandai dengan robeknya selaput darah pada kemaluan wanita, yang hanya terjadi sekali selama hidup. Sehingga pada hubungan seks berikutnya, pria (umumnya) akan bisa mengenali apakah itu adalah hubungan seks pertama si wanita atau bukan. Dan tidak jarang keadaan ini menimbulkan masalah dalam pernikahan. Namun, hal itu tidak terjadi pada pria. Tidak ada perubahan secara fisik yang terjadi pada pria antara sebelum dan setelah melakukan hubungan seks. Dan wanita pun hampir tidak mungkin bisa membedakan apakah hubungan seks yang dilakukannya dengan pria adalah hubungan seks yang pertama bagi si pria. Berkurangnya sel telur Dalam sekali melakukan hubungan seksual, (biasanya) pria akan melepas ribuan bahkan jutaan sperma. Namun bukan berarti itu akan mengurangi jumlah sperma yang dimiliki pria, karena sel sperma akan selalu cukup tersedia sepanjang hidup. Saat sel sperma dilepaskan, masing-masing dari sel sperma itu akan berebut untuk bisa mencapai sel telur yang dimiliki wanita. Dan hanya sedikit dari sel sperma itu yang bisa berhasil, bahkan tak jarang hanya satu dari sekian juta. Hal penting yang perlu diketahui wanita, yaitu bahwa cadangan sel telur wanita itu terbatas seiring usianya. Dan wanita tidak bisa terus menerus memproduksi sel telur sebagaimana pria dalam menghasilkan sel sperma. Rahim membesar Setelah sperma dan sel telur bertemu, terjadilah proses yang dalam biologi disebut pembuahan. Dalam proses itu sel telur terus membelah diri dan berkembang, yang makin hari makin membesar. Sehingga menyebabkan rahim yang merupakan tempat tinggal sel telur setelah dibuahi ikut membesar. Dan otomatis perut yang merupakan bagian terluar yang melindungi rahim juga membesar. Jadi, wahai wanita, perut yang tadinya lurus dan rata, yang pernah membuat pemiliknya bangga, secara perlahan akan terus dan terus membuncit.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/riyani_elfahmi/wanita-kau-harus-tahu-ini_54f80a9aa33311f8498b4b33