Astagfirulah Heboh!! Makam Eno parinah dibongkar karena permintaan keluarga almarhumah

Belum lama ini, publik dihebohkan oleh kasus pemerkosaan dan pembunuhan korban bernama Eno Parinah. Salah satu rekan kerja Eno baru-baru ini dikabarkan mendapat permintaan dari korban. 




Menurut Manager HRD PT Polyta Global Mandiri, Macita Dedi, seorang rekan kerja Eno bisa berkomunikasi dengan korban lewat kontak batin. Eno kabarnya meminta agar kasur yang menjadi saksi bisu pembunuhan sadis itu segera dikuburkan. 

"Jadi ada salah satu karyawan kami yang berkomunikasi dengan korban lewat batin, semacam punya indera keenam begitu," ujar Macita dilansir Detik pada Jumat (27/5). "Eno meminta agar kasurnya dikuburkan dan ketiga pelaku dihukum mati." 

Macita pun segera menghubungi pihak keluarga untuk menyampaikan permintaan Eno tersebut. Atas persetujuan pihak keluarga, akhirnya kasur berdarah itu pun dikubur. 

"Kami hubungi pihak keluarganya, kami tanya apakah kasurnya mau dikubur di dekat makam korban atau dimana," imbuh Macita. "Pihak keluarga menyerahkan kepada kami sehingga kasur korban dikubur di TPU Rawabadak, Cengklong, Teluknaga, masih dekat-dekat TKP." 

Macita juga sudah meminta izin pada penyidik Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang menangani kasus Eno. Menurutnya, penyidik sudah memberi izin karena kepolisian telah menyita barang bukti lainnya. 

"Saya juga sudah bicara sama pak Dedi penyidik Resmob, karena ada wasiat dari korban, ini barang bukti kasur apakah boleh dikuburkan atau dibakar," imbuh Macita. "Kata pak Dedi, tidak masalah karena penyidik sudah menyita bantal berdarah dan baju korban serta barang bukti lainnya." 

Kasur kapuk yang memiliki motif garis merah putih itu dikuburkan pada Rabu (25/5). Sebelum dimakamkan, kasur ini digulung lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik besar. Plastik tersebut kemudian dimandikan dan disalatkan layaknya jenazah. Biaya penguburan kasur ini sendiri ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan. (wk/kr)


Read more: http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00112610.html#ixzz4GiGZUbdN