Astagfirullah!! Orang Tak Punya Akal Sehat Ini Sudah Melecehkan Agama, TOLONG BANTU SHARE!!!


TAFSIR AYAT TENTANG ORANG KAFIR



1. QS. Al-Baqarah ayat 120
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِاتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ .( ١٢٠)
Artinya: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu sebelum kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". dan jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Asbab Nuzul
Diriwayatkan oleh Ats-Tsa’labi yang bersumber dari Ibnu Abbas: Bahwa kaum Yahudi Madinah dan kaum Nashara Najran mengharap agar Nabi Saw shalat menghadap kiblat mereka. Ketika Allah SWT membelokkan kiblat itu ke ka’bah, mereka merasa berkeberatan. Mereka berkomplot dan berusaha agar Nabi Saw menyetujui kiblat sesuai dengan agama mereka. Maka turunlah ayat ini (Al-Baqarah ayat 120) yang menegaskan bahwa orang-orang Yahudi dan orang-orang Nashara tidak akan senang kepada Nabi Muhammad walaupun keinginannya dikabulkan.


Tafsir
Surat al-Baqarah ayat 120 ini memang sering ditafsirkan secara sempit oleh sebagian kaum muslim, sehingga beberapa orang muslim mudah membenci dan mudah berprasangka buruk kepada orang yang beragama lain setelah membaca ayat ini, padahal secara fakta yang dibencinya kadang tidak pernah melakukan kesalahan ataupun kejahatan kepada yang membencinya, seolah-olah ayat ini menjadi provokator untuk menimbulkan rasa benci di hati kaum muslimin terhadap agama lain jika penafsirannya kurang tepat.
Perhatikan pula ayat sebelumnya, yaitu al baqarah ayat 119:
إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَ نَذِيْرًا وَلاَ تُسْأَلُ عَنْ أَصْحَابِ الْجَحِيْم
Sesungguhnya telah Kami utus engkau dengan kebenaran, pembawa berita gembira dan peringatan ancaman. Dan tidaklah engkau akan ditanya dari hal ahli-ahli neraka.
Dari ayat 119 ini jelaslah bahwa firman Allah ini ditujukan secara pribadi kepada nabi Muhammad S.A.W , selanjutnya diteruskan lagi dalam ayat berikutnya yang masih berhubungan, jadi ayat 120 dari surat al baqarah menunjukan keadaan ketika ayat ini turun, dan keadaan serta watak suatu kaum bisa berbeda pada setiap zamannya, termasuk watak kaum yang ada di tempat lain.
Jika sebagian kaum muslim yang salah menafsirkan ayat ini mudah membenci atau mudah berprasangka buruk kepada orang yang berkepercayaan lain, tentunya akan mempengaruhi i image dan citra agama islam sendiri di dunia internasional, seolah-olah agamanyalah yang mengajarkan kebencian kepada kaumnya. Padahal agama seharusnya dapat membersihkan jiwa manusia dari sifat – sifat “kotor” seperti kebencian, iri, serakah, fitnah, mementingkan hawa nafsu, insting suka membunuh seperti binatang buas, dan berbagai sifat “kotor lainnya, agar jiwa kita menjadi bersih ketika menghadap kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bila sudah waktunya nanti.

Sumber https://www.facebook.com/evy.love.7/videos/pcb.967276263383618/967276186716959/?type=3&theater