Ayah, Jangan Tinggalkan Aku yang Mulai Dewasa

Ayah, adalah sosok yang sangat berharga dalam setiap kehidupan anak perempuan sepertiku. Dari sosok ayahlah,aku mendapatkan pelajaran untuk menjadi kuat. Sedari kecil aku ditempa oleh sesosok lelaki hebat yang terus memaksa kita untuk tidak cengeng menghadapi hidup


Waktuku kecil, ayahlah pahlawanku





Ayah adalah cinta pertama setiap anak perempuan, begitupun juga aku. Aku selalu takjub caranya untuk membuatku bahagia. Saat aku sakit, tak peduli selelah apapun ayah, beliau selalu menyempatkan diri untuk menghiburku. Saat aku ulang tahun, tak peduli sesibuk apapun pekerjaannya, beliau selalu menyempatkan menanyakan harapanku di usia baru. Saat aku menginginkan sesuatu, tak peduli seberapa jauh dan seberapa sulitnya itu engkau mengabulkankan. Seolah-olah Tuhan telah menurukan malaikat untuk menjadi pahlawan dalam kehidupanku.
Memasuki usia sekolah dasar, ayahku mulai menabung untuk masa depanku

Kesibukan ayah makin menjadi saat aku mulai masuk dunia sekolah. Beliau mulai membangun berbagai usaha untuk kelangsungan masa depan pendidikanku. Buku-buku, les tambahan hingga tambahan nutrisiku selalu engkau prioritaskan. Aku tahu ayahku lelah, tapi ayahku selalu memberi wejangan padaku " Biar ayah yang bekerja, tugasmu adalah belajar ". Aku membuktikannya, beberapa kali aku mendapat ranking yang cukup tinggi di kelas. Dan saat itu aku melihat senyum bahagia dari wajah letih ayahku !

Memasuki usia sekolah menengah, ayahku mulai sibuk memperhatikan pergaulanku

Masa smp adalah peralihan dimana diri anak SD yang selalu bergantung pada orangtua mencoba untuk sedikit belajar mandiri. Aku mulai main jauh dari rumah, aku mulai mencari dimana jati diriku, aku mulai mengenal handphone, aku mulai memperhatikan penampilan dan aku bahkan mulai menjauh dari ayahku. Tak jarang ayah mulai menghawatirkan pergaulanku, saat aku belajar kelompok atau main hingga sore, beliau selalu menelponku mencari tau kabarku.
Memasuki masa SMA, ayahku telah tau aku mulai tumbuh dewasa

Masa SMA, mulai kuisi dengan mencoba aktif di beberapa organisasi. Aku mulai sering pulang sore, malam, atau bahkan menginap di sekolah. Tapi aku sangat bersyukur aku punya ayah yang sangat baik. Di saat orangtua teman-temanku enggan memberi ijin untuk anaknya beraktifitas lebih di sekolah, ayahku justru membebaskannya. Namun, dengan catatan aku mengindahkan segala peraturannya. Ya, dia masih mengkhawatirkanku untuk tetap menjaga pola makan, kesehatan dan segala macam tetek bengeknya.Saat di perantauan, aku baru tersadar. Aku sangat dekat dengan ayahku, bahkan cenderung manja kepada ayahku. Di saat teman perempuanku kangen ibunya, aku justru lebih kangen ayahku ( bukan berarti aku tidak kangen ibuku). Aku kangen caranya memperhatikanku, aku kangen caranya menjagaku, aku kangen caranya menasehatiku, bahkan aku kangen caranya memarahiku. Saat aku pulang dari perantauan, tak jarang aku sering pergi berdua menghabiskan waktu dengan ayah. Bertukar cerita, pandangan dan bercanda dengannya adalah favoritku!

Ayah, Sebentar lagi aku wisuda

Ayah, anak kecil ayah sebentar lagi akan menyandang gelar sarjana. Sebentar lagi anakmu yang selalu ceria dipelukanmu ini akan mengadu peruntungannya didunia pekerjaan. Bahkan sebelum aku wisuda, ayah sudah menasehatiku untuk mencari pekerjaan bukan karena materi semata, tapi carilah pekerjaan yang kamu sukai sesuai hatimu. Aku selalu suka cara ayah memperlakukanku dari kecil hingga sekarang. Selalu istimewa !

Ayah, di usiaku yang makin dewasa ini jangan tinggalkan aku

Yah, aku tau aku telah mulai dewasa. Gadis kecilmu yang dulu hanya bisa mengendarai sepeda roda tiga kini sudah mulai menata masa depannya. Yah, bolehkah aku memiliki satu permintaan darimu ? Aku hanya ingin ayah tetap menjadi ayahku yang seperti dulu dan sekarang, selalu memperlakukanku dengan cara istimewamu. Yah, meskipun aku mulai dewasa, aku masih butuh nasihat-nasihat darimu. Meskipun sebentar lagi mungkin aku akan menemukan jodohku, ayah tetap cinta pertamaku. Meskipun sebentar lagi ada orang lain yang bisa mengkhawatirkanku, aku tetap paling menyukai caramu mengkhawatirkanmu. Yah, aku punya permintaan juga ke Tuhan mengenai dirimu. Aku meminta, semoga dirimu diberi kesehatan dan umur panjang sehingga tetap bisa mendampingiku hidup di dunia ini. Yah, pokoknya sampai kapanpun jangan pernah tinggalkan aku.