Rida Orang Tua Adalah Rida Allah SWT, Yang Membawaku Pada Jodohku


Selama masa sekolah aku tidak pernah memiliki pacar dan menghindar jika didekati oleh teman pria. Hal itu aku lakukan karena teringat pesan orang tua untuk tidak berpacaran dulu sebelum memiliki pekerjaan. Aku berasal dari Sulawesi Tenggara, tahun 2006 aku pindah sekolah ke Yogyakarta dan lulus tahun 2008 lalu aku diterima di salah satu Perguruan Tinggi Negeri kota Yogyakarta.

Semua berawal dari perkenalanku dengan teman sekolah pada awal masa kuliah semester pertama bulan September 2008. Aku mengenalnya hanya melalui handphone dan belum pernah bertemu. Kami setiap hari selalu berkomunikasi melalui SMS pada siang hari dan melalui telepon saat malam hari. Hubungan kami berlanjut yang dari hanya sekedar berteman hingga tumbuh rasa cinta. Aku mulai tidak mengindahkan pesan orang tuaku dan dibutakan oleh cinta. Dia adalah orang yang pertama membuatku merasakan jatuh cinta dan bahagia. Kami resmi menjalin cinta pada 8 februari 2009. Komunikasi masih berjalan hingga pada bulan mei dia menghilang tidak memberi kabar sama sekali.

Menjalin Hubungan Dengan Orang Lain

Di saat aku dalam keadaan kacau, pada bulan November 2009, kembali hadir dalam kehidupanku seorang pria yang pernah menyatakan cintanya tetapi aku tolak. Dia mengetahui keadaanku saat itu sangat mengharapkan aku menjadi kekasihnya. dan Akhirnya aku luluh dan menerima cintanya. Tapi itu tidak berlangsung lama, aku menjalaninya karena aku masih mencintai kekasihku yang tiada kabar. Hanya berjalan selama satu hari aku meminta putus.

Dia Kembali Lagi Dengan Masih Membawa Cinta

Aku menjalani kehidupan cintaku dalam kebimbangan. Pada bulan Juli 2010 dia akhirnya muncul kembali dan meminta maaf karena telah menghilang. Entah mengapa aku langsung luluh ketika dia meminta untuk melanjutkan hubungan kami yang sempat menggantung. Kami kembali berpacaran yang memang belum ada kata putus. Aku pun bercerita semua yang terjadi selama dia meninggalkanku. Akhir tahun 2010 dia menyambangiku ke Yogyakarta dan akhirnya kami bertemu dan bertatap muka setelah sekian lama menjalin hubungan. Kami merayakan tahun baru bersama.

Kakak Dan Orang Tuaku Mengetahui Hubungan Kami

Kakak dan orang tuaku mulai mencium gelagatku yang memiliki pacar. Kakakku terang-terangan mengatakan tidak setuju dan mengatakan alasannya menentang hubungan kami. Orang tuaku ternyata juga tidak menyetujui hubungan kami. Aku didera rasa galau kembali karena kami memang berpacaran tanpa diketahui oleh kakak dan orang tuaku. Tetapi keluarga pacarku menerimaku. Sedangkan aku adalah orang mengutamakan keluarga dan orang tua, aku dalam pilihan yang sangat sulit.

Keputusan Yang Sangat Sulit Dengan Jalan Keluar Yang Panjang

Dalam keadaan pilihan ini, kami masih menjalani hubungan kami. Sering sekali aku meminta putus tetapi pacarku tidak mau karena sudah terlanjur cinta katanya. Terkadang aku berpikir kembali masa yang lalu, ketika dia menghilang tanpa kabar. Ibuku juga selalu memberi nasihat untuk memikirkan masa depan dan keluarga. Apa lagi aku hanya dua bersaudara. Kalau ada masalah atau apapun pasti meminta bantuan pada kakak. Dalam doa aku meminta kepada Allah SWT untuk diberi jalan keluar. Ya Allah, jika dia jodohku maka permudahkanlah hubungan kami, jika dia bukan jodohku maka berilah jalan agar kami dapat berpisah.

Ramadan tahun 2012 aku pulang ke Sulawesi Tenggara berkumpul bersama orang tua. Saat suasana Takbir malam lebaran hatiku mantap untuk berpisah dari pacarku. Aku meneleponnya dan mengatakan ingin putus karena aku lebih memilih keluarga dan orang tua. Dia tetap tidak mau berpisah walau mengetahui semua keputusanku yang sudah bulat. Aku benar-benar marah karena keegoisannya yang tidak memahami kondisiku. Kami pun break dalam waktu yang lama.

Saat aku kembali ke Yogyakarta untuk menyelesaikan skripsiku, ada rasa malas untuk mengerjakannya karena permasalahan ini. Desember tanggal 15 tahun 2012 aku kembali menghubunginya dan meminta putus dengan tekad tidak akan mempedulikan rengekan dan semua permohonannya. Alhamdulillah mungkin ini jawaban dari Allah SWT atas doa-doaku. Hubungan kami jalani hampir 4 tahun akhirnya putus dengan berat hati dan lost contactkarena aku memang melarangnya untuk menghubungiku.

Bertemu Teman Sekolah

Dalam keseharianku, Facebook adalah teman pelipur kesedihanku. Ibuku kembali memberi nasihat agar aku berdoa dan pasrah kepada Allah SWT tentang siapa jodohku kelak karena umurku semakin bertambah sedangkan aku masih belum mau membuka hati untuk orang lain. Aku pun kembali meminta pada Allah SWT. Ya Allah, berilah kemudahan agar aku dapat bertemu dengan jodohku. Aku tidak meminta lebih, cukup seorang pria yang mampu menjadi imamku, menyayangi keluarga, bertanggung jawab dan mau menerima segala kekurangan maupun kelebihanku.

Hingga pada akhir januari 2014 aku berkenalan dengan teman sekolahku. Dulu aku memang tidak mengenalnya karena aku merupakan siswa pindahan dan masih beradaptasi dengan lingkungan yang sangat berbeda ketika aku berada di Sulawesi. Awal mulanya kami hanya saling menyapa dan bertukar pikiran hingga banyak kesamaan di antara kami.

Mendapat Restu Dari Orang Tua Dan Keluarga Dari Kedua Belah Pihak

Ramadan tahun 2014 tepatnya tanggal 15 Juli, temanku memintaku untuk menjadi kekasihnya dan aku pun menerimanya karena ada kecocokan di antara kami. Setelah menjalani selama satu bulan, Alhamdulillah orang tua dan keluarga memberi restu. Semua teman-teman kami juga mendukung hubungan kami dan menyarankan agar segera menikah.

Kini hubungan kami hampir genap satu tahun pada 15 Juli 2015. Insya Allah setelah dua minggu Idul Fitri tahun ini kami akan melaksanakan tunangan dan menentukan ikrar janji suci pada awal bulan Oktober 2015. Semoga rencana kami dapat terlaksana dengan izin dari Allah SWT.

Kebahagiaanku juga bertambah karena aku telah berhasil menyelesaikan kuliahku yang sempat tertunda. Inilah jawaban semua doa-doaku selama ini. Alhamdulillah Ya Allah atas Rahmat dan Karunia-Mu. Semoga aku selalu dalam lindungan-Mu dan berada dijalan-Mu. Amiin Ya Robbal’alamin.