Ternyata Artis-artis jadul Indonesia banting setir setelah meredup, Berikut penjelasannya

Menggeluti dunia entertainment tidak memberi jaminan seseorang memiliki harta banyak. Karir seorang artis tidak selalu bersinar, lahirnya artis baru yang mampu bersaing dengan pendahulunya menjadi alasan sebagian artis senior berganti profesi.Bahkan, kehidupan mereka berubah drastis, semula yang bergelimang harta kini harus bersusah payah untuk bertahan hidup. Menjadi tukang martabak, petani, MC sampai dengan perias mayat menjadi pilihan guna kelangsungan hidup mereka.


Padahal, nama-nama artis ini sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Terlebih, beberapa film yang mereka bintangi merupakan film yang tersohor pada masa itu. Namun, nasib berkata lain, mereka harus menjalani kehidupan baru dan memulainya dari nol.

Bukan tanpa alasan hal itu mereka lakukan, pasalnya, tawaran untuk memainkan suatu peran tak kunjung mereka dapatkan. Oleh sebab itu, mereka rela melakukan pekerjaan apapun asalkan halal dan bisa melanjutkan kehidupannya sehari-hari.

Berikut artis-artis jadul Indonesia banting setir setalah namanya meredup yang di rangkum


1.Pangky Suwito jadi tukang martabak



Merdeka.com - Aktor senior Pangky Suwito memang sudah lama tak aktif lagi di dunia hiburan layar kaca. Suami artis senior Yati Octavia ini lebih memilih menggeluti bisnis kuliner, tepatnya martabak khas Bangka.

Pangky mengaku serius menjalani bisnis martabak ini. Sebab, sebelum memulai usahanya tersebut, Pangky selalu nongkrong di sebelah tukang martabak di beberapa kawasan Jakarta.

"Saya survei selama setahun, saya tongkrongin tuh tukang martabak di Jakarta. Biasanya malam Minggu kan ramai tuh. Dari situ saya belajar bisnis ini karena jualan martabak sangat menguntungkan," ujar Pangky, Jakarta, Selasa (12/5).

Pria kelahiran Purwokerto 1951 ini tanggap atas makanan yang sedang digandrungi oleh kaum muda khususnya. Dia menambahkan menu untuk martabaknya dengan rasa green tea dan gandum. Untuk gandum, kata Pangky, ia menyediakan pilihan bagi orang yang ingin menghindari badan gemuk.

"Ada juga bermacam pilihan cokelat. Ada juga green tea dan healthy dengan bahan dasar gandum," jelas aktor yang main dalam sinetron PANJI MANUSIA MILLENIUM ini.

Pangky menegaskan jika dirinya tak hanya mengejar keuntungan dalam berdagang. Kakek dari Raden Ajeng Alika Nur Azizah ini akan menyumbangkan beberapa persen penghasilan dari martabak itu untuk mereka yang membutuhkan.

"Bismillah, 5% akan disumbangkan bagi yang membutuhkan. Kami juga membuka peluang bagi remaja yang putus sekolah untuk bekerja di tempat kami," kata Pangky.

BACA LAGI :

Masih Ingat kalian Dengan Lidya Pratiwi Artis yang Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan Berencana Beginilah Keadaan Dia Sekarang Miris!



Dalam bisnis ini, Pangky dipercaya untuk memegang jabatan sebagai komisaris dan punya target untuk membuka 100 gerai dalam beberapa bulan ke depan. Meski sibuk, Pangky tetap meluangkan waktu untuk cucunya, Raden Ajeng Alika Nur Azizah. Meski sadar umurnya sudah tidak muda lagi, tetapi Pangky senang menjalani hari tuanya.

"Umur segini, saya dan Yati masih pengen aktif seperti ini. Saya bukan orang kaya tapi orang senang. Karena orang kaya belum tentu senang," kata Pangky sambil tertawa.
2.
Ken Ken jadi petani


Merdeka.com - Masih ingat Ken Ken pemeran Wiro Sableng? Dia adalah aktor laga yang ngetop pada tahun 90 an. Bagaimana kabarnya sekarang?

Lama tak terdengar, saat ditemui merdeka.com, Rabu (1/7) Ken Ken pemeran Wiro Sableng ternyata sudah 'banting setir'. Dia sekarang menjadi petani sayur mayur di sebuah dusun terpencil di wilayah Cimande, Caringin, Bogor.

Pertama kali bertemu tak menyangka dia adalah sosok Ken Ken yang dulu adalah artis laga top. Pakaiannya biasa saja layaknya petani sayur pada umumnya. Wajahnya sudah mulai menua dan gendut meski usianya sekarang masih 45 tahun.

Wajah artis sudah tak terlihat. Apalagi sekarang Ken Ken memelihara kumis, praktis sekilas sulit mengenali kalau dia adalah seorang Wiro Sableng.

Sehari-hari Ken Ken pergi ke kebun. Menanam cabai dan sayur mayur. Hasil panen digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Ken juga menjual pupuk kepada sesama petani. Sisa-sisa popularitas dan hidup mewah sebagai artis sudah tak tampak lagi, kehidupannya dihabiskan untuk bercocok tanam. "Saya lebih menikmati sebagai petani dan back to nature (balik ke alam) hidup seadanya, belum kepikiran untuk 'turun gunung' main film lagi," kata Ken.Meski tinggal di desa dengan rumah sangat sederhana, Ken mengaku sudah bahagia. "Tenang di sini," ujarnya.
Padahal Ken dulu seorang aktor hebat yang dikenal dengan senjata kapaknya atau pendekar 212. Sosok Wiro Sableng di layar kaca berkepribadian jenaka namun jago bela diri. Ilmu yang diberikan oleh gurunya digunakan untuk membela orang tertindas.

Nama lengkap Ken adalah Herning Sukendro atau biasa dipanggil Ken Ken. Pria kelahiran Madiun itu karirnya memuncak setelah berperan utama dalam Wiro Sableng pada tahun 1995.

Anggota perkumpulan silat Setia Hati Teratai ini sudah banyak main film layar lebar di antaranya film Prabu Anglingdarma pada tahun 1990. Ken Ken juga pernah main sinetron di beberapa peran pembantu sebelum namanya melejit terkenal sebagai peran utama yakni Pendekar Kapak 212 Wiro Sableng.

Dia juga sempat mendirikan rumah produksi film dan berhasil menelurkan beberapa film di antaranya Seruling Sakti. Pada peran utama sebagai Wiro Sableng, dia mendapatkan piala aktor komedi terbaik.
3.Lasmini jadi MC



Merdeka.com - Tak lagi menjalani dunia akting dan keartisan, tak membuat bintang film Saur Sepuh ini redup atau sepi job. Murti Sari Dewi yang sukses memerankan 'Lasmini' dalam film tersebut, kini semakin sibuk di luar dunia keartisan. Dua perusahaan yang bergerak di bidang software house menjadi miliknya.

Di salah satu perusahaannya, PT Pijar Mulya Utama yang merupakan salah satu industri yang bergerak dalam bidang Software house berupa aplikasi perkantoran untuk beberapa instansi yang membutuhkan software dengan pemakaian mudah dan aman bagi instansi-instansi tersebut, baik instansi pemerintahan maupun instansi swasta lainnya, dia memegang jabatan sebagai komisaris.

Seperti yang dia lakukan pada Kamis siang ini, di sebuah hotel di Jalan Veteran Solo, 'Lasmini' sedang memandu acara seminar terkait aplikasi pemutakhiran data yang menghadirkan pakar telematika Roy Suryo dan Senthot Sudirman.

"Di acara ini saya ngemsi, kadang tidak hanya di Solo. Acara seperti ini kita adakan di berbagai daerah di Indonesia. Kami memperkenalkan produk kami seperti Sistem Informasi Manajemen Pajak Bumi dan Bangunan, Sistem Informasi Manajemen Pajak Kendaraan Bermotor, Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Daerah serta produk lainnya," ujar Murti saat ditemuimerdeka.com, di Hotel Indah Palace, Solo, Kamis (17/9).

Selain mengurus perusahaan, wanita kelahiran 11 Desember 1971 tersebut juga masih sering menerima job di berbagai daerah. Kemampuannya dalam bidang akting dan penguasaan dalam seni tari jawa, membuat dia sering mendapatkan tawaran untuk manggung di daerah.

"Saya ini dari kecil kan bisa nari Jawa, sering dapat juara dan bahkan jadi duta wisata ke Negara Asia dan Eropa. Di daerah selain menari kadang juga main wayang orang atau ketoprak," kisahnya.

Istri Didik Riyanto yang mempunyai anak 1 ini pernah mencoba berkarir di dunia politik, yakni dengan maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) V Jawa Tengah, pada pemilu tahun 2014 lalu, melalui Partai Gerindra. Namun persaingan ketat dengan sejumlah tokoh nasional serta artis lainnya, membuat Murti Sari Dewi gagal melenggang ke Senayan.

Pernah berjaya di masa muda, tak membuat wanita yang mempunyai nama lahir Roro Murti Sari Dewi ini tergoda dunia gemerlap, seperti artis lainnya. Sejak awal sukses memerankan Lasmini dalam film laga Saur Sepuh, Murti sudah rajin untuk menabung untuk masa tua.

"Dulu itu saya tak pernah membayangkan sama sekali akan menjadi artis. Produser tahu dari mana saya nggak ngerti. Apa mungkin saya pinter menari dan berprestasi, jadi mereka menawari saya main di Saur Sepuh," jelasnya.

Tak mudah mengawali karirnya sebagai artis, membuat lulusan SMA Muhammadiyah 2 Solo tahun 1999 ini lebih berhati-hati dalam menata hidupnya. Tujuannya tentu agar di masa tua tidak sengsara.

"Kalau kita tidak ingin sengsara di masa tua, saat kita Berjaya, saat banyak pekerjaan, saat banyak rezeki jangan lupa untuk menata dengan baik. Jadi nanti saat kita sudah sepi pekerjaan, saat sudah sepi job, kita masih bisa bertahan. Bahkan bisa mempunyai pekerjaan sendiri, bisa member pekerjaan pada orang lain," imbuhnya.
4.
Ira Riswana jadi perias mayat


Merdeka.com - Menjadi seorang perias artis, tentu merupakan pekerjaan yang sudah sering kita dengar. Namun, bagaimana dengan merias jenazah? Nyi Raden Ira Rayani Riswana atau yang akrab disapa Ira Rayani yang namanya pernah melambung sebagai seorang artis di tahun 1995 - 2002, kini punya profesi baru sebagai seorang perias jenazah.Membicarakan Ira Rayani di masa lampau, memang tidak pernah lepas dari sejumlah kehebohanberita yang pernah dibuatnya. Dari kisah asmaranya dengan Paundrakarna, pernikahan pertamanya dengan seorang pebasket nasional hingga berujung perceraian, sakit tumor otak dan hubungannya dengan seorang perwira kepolisian.
Namun itu hanya sepenggal cerita lalu bagi Ira Rayani yang tidak ingin diungkit lagi. Ira yang kini telah memiliki empat orang anak itu, kembali dengan lembaran baru dan kisah kebahagiaan seorang istri dan ibu.

"Ceritanya cukup sederhana. Waktu kembali ke Jakarta tahun 2014 ini, aku ikutan kursus merias wajah. Kepinginnya jadi make up artis. Eh, ternyata saingannya sudah banyak ya. Jadi aku lihat yang saingannya sedikit, ya merias jenazah," kenang Ira.

Menurutnya, hingga saat ini sudah ada 10 mayat yang ia rias dan kesemuanya adalah perempuan. Sebagai perias mayat, Ira tidak ingin membagikan dokumentasinya lantaran menyangkut etika.

"Emang seperti itu (nggak boleh dipublikasikan)," pungkas Ira.

Dalam merias mayat, Ira mengaku tidak memiliki ritual apapun kecuali konsentrasi agar pihak keluarga yang ditinggalkan puas dengan hasil riasannya. "Aku juga nggak pernah menemukan kejadian yang aneh-aneh (mistis) selama merias jenazah. Semuanya berjalan normal saja," ujarnya.

Sebagai seorang perias mayat, Ira mengaku melakukan pemasaran dengan cara yang tak sulit. Hasil riasan yang memuaskan ternyata menjadi kunci dikenalnya kelihaian Ira dari mulut ke mulut kliennya.

"Kalau klien senang, mereka akan cerita ke teman-temannya. Pas ada yang wafat, temannya langsung kontak," tegasnya.

Soal harga, Ira mengaku tidak mematok angka yang terlalu tinggi. "Ya, relatif sih kalau dibilang mahal atau nggaknya," imbuhnya.

Tidak hanya merias mayat, pemeran utama dalam sinetron Angkot Haji Imron tersebut juga beberapa kali menerima order merias pengantin. "Masih kecil-kecilan saja, terima order dari kalangan terdekat," ujar Ira merendah.

Ira sebenarnya telah kembali ke Bogor. Namun lantaran sang suami, Abu Bakar, yang merupakan anggota polisi dipindah-tugaskan ke Ibu Kota, Ira berusaha mencari aktivitas sendiri.

"Aku juga sekarang lumayan terima beberapa order menjadi MC (pembawa acara). Yah, buat ada kegiatan saja, lumayan buat jajan anak-anak," terangnya sambil tersenyum.

Saat ditanya apakah ia akan kembali bekecimpung di dunia hiburan, Ira mengaku tak ada halangan untuk mewujudkannya. Namun baginya, keluarga tetap menjadi prioritas nomor satu.

"Buat iseng lumayan, apalagi suami mengizinkan kalau aku bisa ke dunia hiburan lagi. Asal nggak nginep dan tetap memperhatikan anak-anak," pungkasnya.