Bikin Geleng-geleng, Ini Bedanya Selokan Air di Jepang dan Jakarta

Belakangan ini, banjir kembali merendam warga Ibukota Jakarta, bahkan ketinggian air mencapai 70 cm. Kejadian inipun sontak menjadi perbincangan banyak pihak. Tak lupa, beberapa orang dengan sebutan "pengamat" mengomentarinya sebagai kegagalan pemda DKI Jakarta.

Memang tak salah jika kita mengatakan bahwa pemerintah memiliki tugas untuk menjaga kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, jika perilaku dari masyarakat sendiri tidak mendukung atau malah bertentangan, maka kejadian kebanjiran seperti ini adalah hal yang wajar terjadi. Contoh kecil saja: membuang sampah disembarang tempat yang akhirnya menyumbat aliran air.

Itulah yang terlihat dari gambar diatas (sebelah kanan). Dimana selokan-selokan di Jakarta banyak dipenuhi sampah, kotor, dan bau menyengat. Kondisi ini sangat berbeda dari gambar selokan air (sebelah kiri) yang berada di negara Jepang. Selokan air yang membelah wilayah bernama Hida-Furukawa, Perfektur Gipu ini tentu membuat kita geleng-geleng kepala.
Airnya terlihat sangat bening dan jernih, bahkan jika anda sedang berjalan-jalan disana akan terlihat ikan-ikan koi berenang didalamnya. Sebagaimana telah dilansir dari situs merdeka.com, untuk waktu-waktu tertentu masyarakat yang tinggal diwilayah ini sering menangkap ikan-ikan tersebut untuk mereka konsumsi.

Lingkungan yang bersih ini bukan hanya tercipta karena peran pemerintah Jepang saja, melainkan karena peran masyarakat jepang yang sadar dan disiplin dalam menjaga lingkungan hidup mereka. Termasuk membuang sampah pada tempatnya. 
Semoga kondisi ini bisa menjadi inspirasi untuk menjaga lingkungan hidup kita di Indonesia.