Bunda!! Waspadai Deretan Makanan Pemicu Keguguran Berikut Ini!

Selagi hamil, kamu tidak boleh makan sembarangan. Jika tidak tahu aturannya, bisa-bisa janinmu yang menjadi taruhannya alias mengalami keguguran.
Saat hamil, tubuhmu bisa lebih mudah mengalami keracunan makanan. Efek yang muncul juga mungkin bisa lebih parah dari biasanya. Nah, jadi jika sebelum hamil kamu sering mengonsumsi makanan yang kerap dikaitkan dengan pemicu keguguran dan tubuhmu baik-baik saja, maka hal itu bisa jadi tidak berlaku saat kamu berbadan dua.Berikut 5 jenis makanan pemicu keguguran yang harus dihindari selama hamil:

Nanas. Buah yang satu ini mengandung enzim bromelain. Enzim tersebut diduga dapat membantu melunakkan leher rahim dan memicu kontraksi. Karena efek tersebut, nanas kerap diduga bisa memicu kamu mengalami keguguran. Jadi, disarankan untuk tidak mengonsumsi nanas di awal masa kehamilan.
Pepaya. Jika dikonsumsi dalam kondisi belum matang alias masih muda, pepaya tidak aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Alasannya, pepaya jenis ini mengandung lateks yang mungkin bisa menyebabkan rahimmu mengalami kontraksi. Lateks tersebut mungkin bisa berfungsi layaknya prostaglandin dan oksitoksin, hormon yang diproduksi tubuh untuk mendukung proses persalinan, yakni memperkuat kontraksi.
Namun, jika pepayanya sudah matang, buah ini aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Buah pepaya yang sudah matang merupakan sumber serat serta asam folat yang baik untuk tubuhmu. Selain itu, kamu juga bisa mendapat asupan vitamin C dan E dari mengonsumsi buah ini.
Telur setengah matang. Telur setengah matang mengandung Salmonella, bakteri yang bisa meningkatkan risiko kamu mengalami keguguran. Tidak hanya keguguran, efek bakteri ini juga bisa membahayakan nyawamu.
Hal ini berlaku juga untuk makanan yang mengandung telur mentah seperti mayonaise.
Daging mentah atau setengah matang. Selama hamil kamu disarankan untuk tidak mengonsumsi daging mentah atau setengah matang. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kamu terkontaminasi oleh parasit bernama Toksoplasma gondii (toksoplasmosis) yang ada di daging tersebut. Kondisi tersebut bisa menyebabkan keguguran atau bayi terlahir meninggal (stillbirth). Selain mengandung Toksoplasma gondii, daging mentah atau setengah matang juga bisa terkontaminasi bakteri Salmonella.
Hal ini berlaku juga untuk daging unggas dan makanan laut.
Deli meatIni merupakan daging olahan yang sudah dipotong menjadi lembaran. Daging ini biasa dijadikan isian untuk sandwich atau jika ingin membuat hamburgerrumahan. Sayangnya, makanan ini telah dikenal mengandung Listeria, bakteri yang bisa menyebabkan keguguran. Bakteri ini bisa memasuki plasenta dan mungkin bisa menjangkau janin.
Jika selagi hamil kamu ingin mengonsumsi deli meat, pastikan kamu memanaskan kembali daging hingga matang.
Kamu sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan di atas pada trimester pertama kehamilan, karena di masa ini tubuhmu rentan mengalami keguguran. Untuk lebih amannya, kamu bisa mengonsultasikannya ke dokter kandunganmu mengenai makanan apa saja yang harus dihindari selagi hamil.