HEBOH!! Diancam dibunuh, siswi SMK diperkosa pacar hingga hamil Orang Tuanya Mengejutkan Semua Orang!

Malang betul nasib seorang gadis remaja, sebut saja Dara (16). Siswi kelas III sebuah SMK ini diancam akan dibunuh lelaki NH yang adalah pacarnya sendiri jika menolak berhubungan seks.


Karena takut, korban yang tinggal di Kecamatan Tuminting, Manado ini menurut dan diperkosa hingga hamil. Ironisnya, saat korban diketahui hamil, pelaku menolak bertanggung jawab.

Kecewa dengan kelakuan sang pacar, Dara yang tengah mengandung 2 bulan itu melaporkan perbuatan NH ke Polresta Manado, Kamis (27/2) siang ditemani orangtuanya.

Informasi yang diperoleh, kejadian perkosaan tersebut terjadi di rumah NH yang terletak di Kelurahan Banjer Kecamatan Tikala pada Desember lalu.

BACA JUGA :

Resmi, Ibu H4mil Dapat Tunjangan 1,2 Juta Dari Pemerintah, Sebarkan Agar Diketahui Para Ibu H4mil



Saat itu, korban yang tengah mengisi liburan sekolah, diajak pacarnya yang pengangguran ke rumahnya. Di sana, pelaku merayu korban untuk melakukan hubungan seks layaknya pasangan suami istri.

Korban yang masih lugu tentu saja menolak ajakan sang pacar dengan alasan dirinya masih perawan dan tak ingin melakukan hal tersebut sebelum menikah.

Mendengar kekasihnya masih perawan, pelaku semakin beringas. Ia langsung menarik korban ke dalam kamar dan mengancam akan membunuh korban jika menolak ajakannya.

"Kalau enggak kasih perawanmu, aku bunuh kamu," ancam pelaku seperti dikutip Dara.

Takut dengan ancaman tersebut, Dara pun pasrah dan menyerahkan mahkota kesuciannya direnggut sang pacar yang tengah kerasukan. Parahnya lagi, seperti kesetanan, malam itu NH memperkosa Dara sebanyak tiga kali. Akibatnya, korban mengandung.

Bukannya bertanggung jawab, NH malah menghindar dan menolak menikahi Dara saat orangtua korban meminta bertanggung jawab atas perbuatannya. Akibatnya, NH dilaporkan ke Polresta Manado.

Kapolresta Manado Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi melalui Kasubag Humas AKP Johny Kolondam membenarkan adanya laporan tersebut. "Kasusnya kini ditangani Unit PPA," terang Kolondam.


SUMBER :http://www.merdeka.com/