Heboh!! Nenek nenek Menikah Dengan Seorang Pemuda Jomblo

Orang bilang cinta itu buta. Selingkuh tidak hanya terjadi dengan pasangan muda saja. Tapi bisa juga terjadi pada seorang perempuan yang sudah berusia lanjut. Seperti halnya baru-baru ini terjadi di Malang, Jawa Timur. 


Seorang nenek tertangkap basah sedang selingkuh dengan pria muda yang sepantasnya menjadi anaknya. Aksi mesum pasangan beda usia ini terungkap dari hasil laporan Hari Kusuma (62), suami si perempuan. Penggrebekan dilakukan warga dan aparat Desa Jenggolo, Kabupaten Malang, di rumah pemuda yang bernama Julianto (24) di jalan Kalinyamat, Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Jumat Pagi 5 Juli 2013, mendadak ramai. Saat dipergoki, si pemilik rumah, Julianto, tengah asik berdua-duaan dengan perempuan tua bernama Ny. Sumiati (52), isteri dari pada Hari Kusumo. Penggrebekan dilakukan karena warga geram mendengar pasangan mesum pemuda tersebut masih berstatus isteri sah Hari Kusumo. Pemuda yang akrab disapa Anto ini, memang masih berstatus bujangan. Sedang Ny Sumiati, warga Jalan Bintoro, yang masih satu Desa tersebut, telah mempunyai suami dan tiga orang anak. Menurut keterangan Sugeng Prayitno, anak mantu Hari kusumo. Aksi penggrebekan ini terpaksa dilakukan, karena keduanya dinilai sudah tak tahu malu.
Mereka kerap mengumbar kemesraan dihadapan warga. Apalagi Ny. Sumiati, hampir setiap hari datang kerumah Anto, yang jelas-jelas sudah bersuami. Bahkan dia sering bertamu hingga larut malam. Kebetulan Ny. Sumiati sendiri, adalah Bos atau majikan ditempat Anto bekerja. Sedang suaminya sudah pensiun. “Memang pak Hari Kusumo adalah pensiunan PLN. Bu Sumiati sendiri mempunyai usaha simpan pinjam,” tutur pria yang akrab disapa Sugeng ini. Sebelum penggrebekan dilakukan, Ny Sumiati terlihat datang sekitar pukul 06.00 ke rumah Anto. Saat itu warga yang telah mendapat laporan dari Hari Kusumo, sudah ancang-ancang untuk menggrebek. Jika ditunggu sampi jam 10.00 belum juga keluar, maka pengrebekan akan langsung dilaksanakan. “Kami menunggu hingga 4 jam, Ny. Sumiati ternyata belum keluar juga. Akhirnya kami sepakat menggrebek mereka,” terang Sugeng, yang ikut menemani bapak mertuanya ini. Suami Ny. Sumiati juga ikut dalam penggrebekan itu. Sebelumnya memang Hari Kusumo melaporkan kalau isterinya telah selingkuh dan mohon bantuan perangkat Desa dan warga untuk menangkap basah perbuatan bejad isterinya ini. “Sebelumnya kami sempat melapor ke Polsek, tetapi tidak ada reaksi. Karena polisi butuh saksi dan bukti. Akhirnya kami melaporkan ke desa, karena kasihan melihat bapak (Hari Kusumo). Bapak itu orangnya sangat sabar sekali,” tutur Sugeng. Saat itulah penggrebekan langsung dimulai. Sebahagian warga ada yang langsung mendobrak pintu depan rumah tersebut, dan sebahagian lain menunggu di pintu belakang rumah Anto. Meski telah mendobrak masuk dari pintu depan, tapi pemilik rumah, tak kunjung keluar dari dalam kamar. Warga akhirnya teriak-teriak menakuti, akan membakar rumah tersebut. Hingga kemudian dari dalam kamar terdengar sahutan dari dalam. Tak lama kemudian, Anto dan Ny. Sumiati keluar menemui warga. Hari Kusumo, suami Ny. Sumiati hanya bisa tertunduk sedih. Dia akhirnya percaya, jika sang isteri telah berselingkuh. seperti dugaannya, kala mememukan foto isterinya berpelukan mesra dengan Anto, yang dikenal sebagai karyawan isterinya ini. Didalam foto itu keduanya berpakaian seperti pengantin baru. Begitu keluar, kedua insan ini langsung digelandang ke balai desa. Ditempat ini, Anto dan Ny. Sumiati yang sudah memiliki cucu 4 orang ini, langsung diinterograsi. Mereka ditanya sudah berapa lama hubungan perselingkuhan. Dihadapan warga, Anto Mengaku jika hubungan perselingkuhan itu terjadi sejak dua tahun silam. Berawal ketika Ny. Sumiati datang ke pasar Cokoliyo, Desa Jenggolo karena akan menagih di salah satu toko. Kebetulan, waktu itu Anto juga sedang berada di toko tersebut hendak berbelanja keperluan. Mereka pun berkenalan. Dengan menyebut nama masing-masing. “Awalnya ya cumin kenalan biasa. Saya sebut nama dan tempat tinggal. Begitu pula dengan Sumiati. Cerita mulai dari soal kerja, suami dan anaknya. Dari situ dia menawarkan pekerjaan sebagai juru tagih. Alasannya, suaminya tidak pernah mau membantu bisnis yang digeluti,” ungkap Anto. Merasa mencari kerja susah, dan mendapat tawaran tanpa disangka-sangka dari kenalan barunya. Anto pun mengiyakan. “Waktu itu dia juga bilang kalau usahanya adalah simpan pinjam (bank titil), di Pasar itu,” beber Anto. Beberapa hari bekerja pada nenek 4 cucu yang masih terlihat cantik ini, Anto menangkap sinyal, jika Ny. Sumiati tengah dilanda kesepian. Sebab, Hari Kusumo, suaminya telah tua dan tak mampu lagi memenuhi hasrat batinnya yang masih menggebu-gebu. Kenyataan ini membuat Anto tertarik menggoda bosnya tersebut. Dia berharap, dapat menjadi obat pelampiasan rasa rindu Ny. Sumiati terhadap belaian laki-laki yang jarang didapatkannya. sejak itulah, Anto dan Ny. Sumiati sering berduaan dalam menagih pelanggan di pasar Cokoliyo. Rayuan-rayuan maut yang dilontarkan Anto, ternyata cukup membuat Ny. Sumiati tambah kesengsem. Tak jarang keduanya ber SMS-san. Saat malam hari, kala berada di rumah masing-masing. Tidak jarang isi SMS menyerempet kesoal seks. Saat itu Anto tahu kalau bos-nya ini, memang tengah membutuhkan kehangatan dari pria selain suaminya. “Dia bilang, kalau malam selalu kedinginan. Soalnya suaminya sudah tidak mampu ngasih kehangatan lagi,” terang Anto, menirukan ucapan wanita selingkuhannya. Pertanyaan-pertanyaan Anto mendapat respon yang positif. Tapi waktu pertemuan berikutnya saat kerja menagih berdua, Anto belum berani melakukan hubungan intim. Karena biar bagaimanapun dia masih segan, sebab dia tahu Ny. Sumiati adalah bosnya. Ya, dipertemuan berikutnya, Anto semakin berani. Dan lagi-lagi, keberanian Anto ini juga mendapatrespon dari Ny. Sumiati. Hingga terjadilah hubungan yang seharusnya tak boleh dilakukan. Hubungan ranjang berlanjut terus pada pertemuan mereka setiap harinya saat selesai bekerja. Sampai akhirnya hubungan yang awalnya hanya dilandasi oleh nafsu ini, mulai berubah dibumbui oleh rasa cinta. Hingga suatu hari, Ny. Sumiati mengutarakan isi hatinya. Dia bilang cinta pada Anto. Dan rupanya Antopun menerima cinta Ny. Sumiati. “Saya bilang, apapun resikonya akan saya hadapi. Saya siap kalaudiminta menikahi. Hingga kami pun menikah siri,” papar Anto. Sejak nikah siri itulah intensitas pertemuan mereka semakin sering. Bahakan tak jarang Ny. Sumiati menginap dirumah yang ditinggali Anto seorang diri itu. dan tentu saja ujung-ujungnya, mereka melakukan hubungan badan. “Hubungan intim itu nggak Cuma dirumah. Kadang Ny. Sumiati mengajak saya keluar, dan kami melakukannya di hotel atau penginapan,” jelas Anto. Seringnya Ny. Sumiati berada diluar rumah membuat curiga Hari kusumo, suaminya. Hingga akhirnya dia melakukan penyelidikan. Hingga ketika dia menemukan foto seorang lelaki di ponsel isterinya. Itu terjadi saat Ny. Sumiati lupa membawa telepon genggamnya pada saat berangkat kerja. “Saat penggrebekan itu kami belum sempat ngapa-ngapain. Saya dan Sumiati baru pulang kerja, capek. Jadi kami hanya cium-ciuman sambil tiduran melepaskan kepenatan. Sampai akhirnya warga berdatangan,” tukas Anto. Seperti halnya Anto, Ny. Sumiati sendiri juga mengakui soal perselingkuhan itu. Alasannya, karena tidak pernah lagi mendapatkan kehangatan dari sang suami, yang memang telah berusia lanjut itu. “Saya memang salah. Tapi semuanya telah terjadi. sudah terlanjur seperti ini, mau bilang apalagi,” kata Ny. Sumiati. Sementara itu, reaksi Hari kusumo sendiri hanya bisa pasrah dan menerima . padahal pada sian itu, dia juga ikut dalam lokasi penggrebekan, benar-benar dapat dapat menyembunyikan kemarahannya. Berkali-kali lelaki paruh baya ini hanya diam dengan mata menerawang kosong. Dia tak pernah menyangka, isteri yang sangat dicintai dan di percayanya itu, ternyata telah membagi hatinya kepada pria lain. Dan pria itu, adalah pemuda karyawan isterinya sendiri. Yang berusia terpaut jauh dengan Ny. Sumiati. Hari Kusuma sendiri, ketika dimintai keterangan terkait perselingkuhan istrinya, tidak mau bercerita. Hari mengatakan kalau dirinya dilarang oleh Kepala Desa Jenggolo H Lisdyanto. “Kata Pak Kades, kalau mau tanya suruh bertanya langsung kepadanya. Saya tidak boleh mengatakan sepatah kata pun,” kata Hari Kusuma. Sementara itu, H. Lisdiyanto kepala Desa Jenggolo, Kabupaten malang membenarkan adanya penggrebekan yang dilakukan aparat dan warganya ini. Dan pasangan selingkuh, Julianto dan Ny. Sumiati, telah dijatuhi sanksi adat. “Saya hanya memfasilitasi untuk menyelesaikan permasalahan. Sebenarnya sanksi itu ada dua. Selain sanksi positif yang berupa denda dengan pembelian bahan material berupa batu bata sebanyak sepuluh truk untuk pembangunan vasilitas Desa, mereka juga kalau masih berhubungan lagi maka harus keluar dari Desa Jenggolo, Kepanjen, Malang ini. Terutama keduanya memang tinggal disini,” ujar Lisdyanto.