Kabar Gembira!! E - KTP Kini diputuskan Untuk Seumur Hidup Lihat Cara Mengurusnya

iyaa.com | Jakarta: Para pemilik e-KTP saat ini dipastikan gembira dengan informasi yang menyebutkan KTP elektronik tersebut berlaku seumur hidup alias anti kadaluwarsa.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pun sudah menegaskan e-KTP berlaku seumur hidup sepanjang tidak ada perubahan elemen data dalam KTP tersebut.

Sementara di dunia maya, para netizen memiliki komentar beragam tentang e-KTP. Komentar mereka bukan hanya sekedar masa berlaku seumur hidup KTP elektronik itu, tetapi juga soal sulitnya pembuatan e-KTP di wilayahnya masing-masing.

Siapa tahu informasi termasuk keluhan dari para netizen ini dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Berikut iniiyaa.com rangkum beberapa komentar mereka, Kamis (28/1/2015):

Masih ada masyarakat yang kesulitan membuat e-KTP. Bukan hanya di satu daerah tapi di banyak daerah. Hanya di beberapa daerah saja bikin e-KTP bisa cepat dan sampai ke tangan tak lebih dari satu minggu.

Di beberapa daerah di Jawa Barat saja, walau tak jauh dari Jakarta, membuat e-KTP dan sampai ke tangan bisa lebih dari satu bulan. Alasan yang utama karena blangko tidak ada atau kehabisan. Alasan itu yang biasa dipakai petugas di kecamatan.

Lalu bagaimana proses membuat e-KTP?

Untuk membuat e-KTP, walau ada memiliki KTP lama tidak bisa serta merta langsung ke kecamatan atau Dukcapil. Anda mesti meminta surat pengantar dari RT. Surat pengantar ini dibawa ke kelurahan. Di kelurahan akan diverifikasi kembali, kemudian mendapat jadwal pemotretan.

Untuk di Kabupaten Bogor saja, jadwal foto untuk e-KTP bisa satu bulan, bergiliran antar kecamatan dan juga antre dengan warga yang lain. Setelah jadwal didapatkan, lalu mesti datang pagi ke kecamatan. Jangan coba-coba datang siang karena antrean panjang.

Proses membuat e-KTP sejatinya tidak ribet amat. Apabila telah memiliki NIK, data penduduk pasti sudah ada. Tinggal foto, tak lebih dari 5 menit sudah selesai. Wajar jika kemudian  beranda-andai jika sudah selesai maka e-KTP langsung tinggal diambil. Tapi ternyata tidak, mesti menunggu sampai lebih dari satu bulan.

Kejadian membuat e-KTP lebih dari satu bulan ini tak hanya terjadi di satu daerah, tetapi di banyak daerah. Ya, itu tadi alasannya mulai dari ketiadaan blangko sampai jumlah pemohon yang banyak. Tapi ada juga daerah-daerah tertentu yang bisa cepat membuat e-KTP tak sampai seminggu.

Menjadi pertanyaan apakah soal proses blangkonya atau birokrasinya? e-KTP sekarang ini berlaku seumur hidup.

Anda punya pengalaman dan masih sulit membuat e-KTP? Silakan berbagi ke redaksi@detik.com. 
(dra/dra)

Sumber : http://media.iyaa.com/ 
               Detik.com