Mengerikan!! Banjir Bandang Garut, Tujuh Warga Kampung Cimacan Belum Ditemukan

GARUT, (PR).- Bupati Garut Rudy Gunawan menetapkan status tanggap darurat bencana selama sepekan kedepan setelah banjir bandang menerjang Garut pada Selasa, 20 September 2016 malam.

Status tanggap darurat ditetapkan melihat besarnya korban jiwa dan materil akibat banjir. Setelah melihat kondisi banjir di Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul, Rudy menyatakan, masih ada tujuh warga Kampung Cimacan yang  belum ditemukan karena hanyut terbawa banjir. Sementara, dua korban meninggal baru saja ditemukan. Menurut Rudy, Kampung Cimacan merasakan banjir paling parah.

Total kerusakan rumah melebihi 200 unit. Rudy mengatakan, Pemkab Garut menyiapkan rumah susun di Kelurahan Muara Sanding, Garut Kota untuk menampung warga yang rumahnya tidak bisa lagi ditempati akibat banjir. Rusun berdaya tampung sebanyak 94 keluarga.

"Warga yang tidak punya rumah ditampung di rusun," kata Rudy, Rabu, 21 September 2016 di Kampung Cimacan.

Pemkab juga telah membangun dapur umum di kantor Korem Garut. Bantuan beras dan ikan sudah disalurkan ke dapur umum.

Banjir bandang menerjang daerah Bayongbong, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Karangpawitan, Kabupaten Garut, Rabu, 21 September 2016 sekitar pukul 01.00 WIB. Meluapnya Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri menyebabkan banjir bandang hingga ketinggian 1,5-meter. ***