Pengakuan Mengejutkan Mantan Pacar dan Teman Kerja tentang Hal 'Membahayakan' Jessica

 JAKARTA - Hal mengejutkan disampaikan oleh saksi yang memberatkan Jessica Kumala Wongso di persidangan kasus Kopi Maut Mirna, Selasa (27/9/2016).
Di persidangan kemarin, Senin (26/9/2016) terungkap bagaimana Mantan pacar Jessica Kumala Wongso, Patrick O'Connor, pernah meminta aparat kepolisian menjauhkan dia dari Jessica Kumala Wongso. Permintaan itu diajukan Patrick pada November 2015.

Hal senada juga dilakukan oleh mantan rekan kerja Kristie Loius Carter, Direktur Marketing dan Media New South Wales Ambulance , memiliki sejumlah pengalaman buruk ‎berinteraksi dengan Jessica Kumala Wongso yang juga bekerja di tempat yang sama.
Pengakuan Kristie dituangkan dalam BAP yang dibacakan Jaksa dalam kasus kopi beracun di Pengadilan Jakarta Pusat, Selasa dini hari (27/9/2016). 
Berikut pemaparannya yang dilaporkan oleh dua reporter Tribunnews.com.
Patrick O'Connor,mantan pacar Jessica Kumala Wongsomenganggap teman satu kampus Mirna di Billy Blue Collage tersebut dapat membahayakan keselamatan karena kondisi kejiwaan yang tidak stabil.
"Tuan O'Connor memiliki kekhawatiran terhadap apa yang dilakukan Nona Wongso (Jessica,-red). Dia meminta mendapatkan perintah penjauhan dari Nona Wongso," tutur aparat kepolisian dari New South Wales, Australia, John Jesus Torres, yang dihadirkan jaksa penuntut umum, Senin (26/9/2016).
John menjelaskan, hubungan Patrick dan Jessica telah berakhir, namun, Jessica beberapa kali menghubungi pacarnya itu melalui pesan singkat dan telepon. Jessica pernah beberapa kali mengancam akan menyakiti dirinya.
Di beberapa catatan kriminal di 'Negeri Kangguru', Jessica pernah mengalami depresi akibat beberapa permasalahan. Ini merujuk ada beberapa kasus yang pernah dialami, seperti pelanggaran pidana berlalu lintas dan percobaan bunuh diri.
‎"Polisi dalam kasus ini menemukan dia (Jessica,-red) mengalami stres. Dengan tidak mengakui ada ancaman-ancaman untuk menyakiti diri sendiri oleh Nona Wongso," ujarnya.
Oleh karena itu, aparat kepolisian sempat menghubungi pihak krisis atau psikolog untuk memeriksa kejiwaan Jessica Kumala Wongso.‎
"Tapi tidak ada keterangan lebih lanjut dalam hal keterangan ini," kata dia.
Sementara itu, menurut Otto Hasibuan, penasihat hukum Jessica, Jessica seringkali menelepon dan mengirim pesan kepada Patrick karena Jessica menagih utang.
"Apakah saudara tahu Patrick meminta penjauhan karena Jessica menagih utang Patrick dan tidak dibayar sehingga ditagih terus? Dan terus meng-SMS agar dibayar sehingga (Patrick,-red) memohon pengadilan untuk penjauhan dengan tujuan utang tak dibayar?" tanya Otto.
Torres mengaku tak mengetahui hal itu. Dia menjelaskan laporan-laporan kepolisian berkaitan dengan nama Jessica. Mayoritas laporan kepolisian terkait Jessica dibuat Patrick.
Torres mengaku tak mengetahui hal itu. Dia menjelaskan laporan-laporan kepolisian berkaitan dengan nama Jessica. Mayoritas laporan kepolisian terkait Jessica dibuat Patrick.
Mantan rekan kerja diancam akan dibunuh
Sementara itu Kristie Loius Carter, Direktur Marketing dan Media New South Wales Ambulance mengaku tidak kaget apabila tewasnya Wayan Mirna Salihin diduga ada kaitannya denganJessica Kumala Wongso.
‎"Pendapat saksi (Kristie) , tidak merasa kaget. Tapi yang pertama saksi tidak bisa mengarahkan bila Jessica melalukan pembunuhan atau tidak karena saya bukan hakim. "
"Tapi kalau saya lihat kelakuan  8 bulan kepada saya. Saya bisa katakan dia bisa mencelakai orang," ujar  Kristie dalam BAP yang dibacakan Jaksa dalam kasus kopi beracun di Pengadilan Jakarta Pusat, Selasa dini hari (27/9/2016). 
Kristie sendir tidak bisa hadir ke Indonesia sebagai saksi lantaran sejumlah alasan.
Oleh karenanya penyidik terbang ke Australia untuk mendengarkan keterangan saksi.
Dalam BAP, Kristie menilai jika Jessica memiliki dua kepribadian.
Dia bisa sangat manis, hangat, dan sopan.
Namun ia juga bisa mendadak jadi pemarah, apabila keinginannya tidak terpenuhi.
"Yang saya tahu di memiliki dua kepribadian. Kadang baik murah senyum, tapi kadang pemarah. Memanipulasi perhatian," katanya.
Menurut Kristie ia sempat bermasalah dengan Jessica lantaran tidak dapat membantunya mencari kost-kostan.
Hubungan juga semakin renggang  karena tidak bisa membantu permaslaahnnya dengan manager, dan tidak ikut pesta.
‎"Dia (Jessica) ingin hubungan yang terjalin antara atasan dan bawahan melainkan sebagai sahabat, paparnya.
Lantaran tidak dapat memenuhi semua keinginan Jessica, Kristie mengatakan ia sempat diancam akan dibunuh oleh Jessica.
"Akhirnya, Jessica mengancam saya dengan perkataan kamu harus mati dan ibu kamu juga harus mati," kata Kristie .
‎ Akibat ancaman tersebut, Kristie  akahirnya melaporkan tindakan yang dilakukan Jessica kepada kepolisian terdekat.‎
Tiga hari kemudian Jessica diperintahkan untuk tidak mendekati kristie lagi.
"Tanggal 30 november 2015 dari kepolisian Sydney agar jessica tidak mendekati saya dan sejak 1 Desember Jessica telah diberhentikan dari kantor New South Wales Ambulance," pungkasnya. (Tribunnews.com/Glery Lazuardi/Taufik Ismail )