Selfie Maut! Begini Cerita Detik-Detik Dokter Via Diserang Saat Hendak Selfie Dengan Gajah Panamtu

Mengamuknya gajah jantan koleksi obyek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Panamtu, di luar perkiraan. Belum diketahui penyebab hewan berbelalai itu tiba-tiba beringas. Sebelumnya, Panamtu akrab dengan pawang dan drh Esthi Octavia Wara Hapsari (25).

Panamtu dan gajah betina, Panamsari, diboyong dari Kebun Binatang Guci, Tegal, pada April 2016. Beberapa waktu terakhir, keduanya menjalani masa orientasi dan pelatihan. Kondisi mental hewan itu dinilai baik.

"Selama di sini, Panamtu dan Panamsari terlihat sudah akrab dengan dokter Via. Hampir setiap hari, dokter Via terlihat bercengkerama dengan Panamtu dan Panamsari," kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Wonogiri, Senthot Sujarwoko, Rabu (11/5/2016).

Dokter Via merupakan lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tahun 2013. Lajang asal Gemawang, Bulukerto, Wonogiri itu bekerja di obyek wisata Waduk Gajah Mungkur sebagai tenaga kontrak khusus sejak 6 bulan lalu. Sehari-hari tugasnya merawat Panamtu dan Panamsari.

Senthot menceritakan saat kejadian, Rabu pagi tadi, dokter Via bersama tiga pawang, yaitu Febri, Umar dan Arif, memberi makan dan memandikan Panamtu dan Panamsari. Kemudian mereka berkeliling. Di tengah jalan, dokter Via bermaksud berfoto selfie sekitar 1 meter di depan Panamtu yang dinaiki pawang Arif.

"Tiba-tiba Panamtu menyeruduk dokter Via hingga terpental sekitar 3 meter. Pawang Arif terjatuh dari punggung gajah. Pawang dan beberapa pedagang sempat menolong dokter Via, namun Panamtu terus menyerang. Dokter Via sempat berlari, namun terpeleset, dan terinjak," papar Senthot.

Tak diketahui apakah Panamtu mengamuk karena kaget saat difoto atau ada faktor lain. Yang jelas, berdasarkan informasi dari beberapa petugas obyek wisata Waduk Gajah Mungkur, dokter Via sudah sering selfie dengan gajah yang dirawatnya. Dia menampilkan foto di media sosialnya.