TOLONG SEBARKAN..!! Inilah 7 Fakta BPJS Telah Menipu Rakyat!!!

Sahabat media Sejak 1 Januari 2014, asuransi kesehatan dari pemerintah yang dikenal dengan Askes berganti nama menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Badan hukum ini dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan dan semua penduduk Indonesia wajib menjadi anggota BPJS Kesehatan. Namun 7 fakta di bawah ini akan membuat Anda sadar, nyatanya sampai kini kita hanya ditipu oleh BPJS Kesehatan :1. BPJS tidaklah jaminan kesehatan untuk orang-orang.


Banyak orang-orang yang menduga bahwa BPJS adalah jaminan kesehatan dari pemerintah, padahal BPJS itu manfaatnya tidak lebih dari asuransi.

BPJS didanai dari uang pribadi masyarakat, di mana masyarakat diminta menyetor beberapa uang untuk dihimpun serta nanti dipakai untuk biaya penyembuhan.

BPJS menggunakan prinsip gotong-royong, semua uang yang disetorkan oleh semua anggotanya kemudian  dikumpulkan oleh PT. BPJS di mana uang itu dialokasikan untuk membiayai penyembuhan beberapa anggota yang sedang sakit.

Ya semacam dana sumbangan dari masyarakat yang dikumpulkan dengan cara massive oleh pemerintah dari rakyat untuk membiayai sebagian kecil rakyat yang tengah sakit.

2. BPJS ialah kamuflase pemerintah untuk menutupi penyelewengan dana subsidi BBM.

Banyak yang masyarakat yang menduga BPJS didanai dari pengalihan subsidi dari BBM ke bidang kesehatan.

Masyarakat lupa bahwa setiap bulannya mereka menyetor dana minimal Rp 25. 000, -/bulan.
Peserta BPJS ditaksir saat ini meraih 168 juta orang.

Jadi dana BPJS yang dikumpulkan dari masyarakat oleh pemerintah meraih lebih dari Rp. 4, 2Trilyun/bulan atau lebih dari Rp. 50, 4 Trilyun/tahun.

Itu uang yang dikumpulkan langsung dari masyarakat, tidak dari sektor pajak atau pengalihan subsidi BBM.

3. BPJS adalah satu BADAN USAHA yang manfaatnya sebagai pengeruk keuntungan bagi Pemerintah

Bukannya jaminan kesehatan yang dialokasikan dari dana APBN

Hal semacam ini dilandasi dari jumlah dana yang berhasil dikumpulkan dari orang-orang oleh pemerintah yang totalnya lebih dari Rp. 50, 4 Trilyun, sementara keseluruhan klaim yang dibayarkan oleh PT. BPJS sepanjang satu tahunl hanya Rp. 37 Trilyun.

Sementara sisa dana BPJS yang meraih Rp. 13, 4Trilyun dikemanakan????

Hmm… Nyatanya sampai kini PT. BPJS untung banyak lho…4. Karenanya ada BPJS, pemerintah sekalipun tidak pernah memberi jaminan kesehatan gratis pada masyarakat.

Meski sebenarnya sampai kini pemerintah senantiasa menebarkan propaganda kalau BPJS adalah subsidi kesehatan gratis dari pemerintah.

Walau sebenarnya pemerintah tidak keluarkan biaya sepeserpun untuk BPJS, serta BPJS itu murni 100% dana dari masyarakat.

Maka bohong banget jika pemerintah mengklaim sudah ember jaminan kesehatan gratis pada masyarakat.

5. Dengan biaya iuran BPJS sebesar Rp. 25. 000, -/bulan semestinya orang-orang memperoleh kwalitas service kesehatan yang maksimum (First Class Service/VIP Class) di RS.

Namun karena PT. BPJS saat ini didaulat untuk jadi Badan Usaha yang bertugas memberi keuntungan sebesar-besarnya pada pemerintah, Maka tidak heran jika pasien peserta BPJS banyak yang dibatasi pemakaian obatnya di RS.

BPJS tidak mengcover obat-obatan yang berkualitas bagus, alhasil pasien hanya memperoleh obat-obatan ala kandungannya.

6. BPJS adalah pesan nyata dari Pemerintah yang berarti “Masyarakat miskin tidak bisa sakit”.

Wajar apabila kita mempunyai pendapat sekian, karena tidak dapat kita pungkiri bahwa pelayanan kesehatan untuk peserta BPJS begitu jauh dari kelayakan.

Pikirkan saja apabila pasien tidak ada uang untuk menebus resep obat yang tidak emberr oleh BPJS, mungkin saja bukanlah malah jadi sehat, pasien malah hanya dapat pasrah menahan sakit.

Apakah ini yang dimaksud dengan JAMINAN KESEHATAN..???

7. BPJS adalah bentuk pengingkaran pada UUD 1945 Perubahan, Pasal 34 ayat 2 yang mengatakan bahwa ember harus ember jaminan kesehatan untuk semua rakyat Indonesia.


Sahabat media demikian penjelasan mengenai BPJS, semoga bermanfaat. Berbagi supaya semakin banyak yang memahami tentang hal ini.





Sumber:Tausiah-islamiah