Ustadz Arifin Ilham Meluruskan Ceramah Ngawur Ustadz Maulana

Ustadz Arifin Ilham dan Maulana, foto: bekasimedia.com
Beberapa hari ini jagad maya digegerkan dengan beredarnya rekaman ceramah Ustadz Nur Maulana di salah satu stasiun televisi swasta nasional. Sang Ustadz ketika itu mengatakan bahwa kepemimpinan tak bisa dikaitkan dengan agama tertentu. Ia pun memberikan ilustrasi dengan profesi pilot pesawat yang tidak harus beragama Islam.


(Lihat, Video Ceramah Kontroversi Ustadz Maulana disini)Akibat ceramah Ustadz Maulana yang dinilai bertentangan dengan aturan Islam, ramai kritik keras dari tokoh-tokoh Islam dan juga para netizen mengalir kepada ustadz asal Makasar itu.

Kali ini Ustadz Arifin Ilham melalui laman facebook mengklarifikasi kekeliruan ceramah Ustadz Maulana soal memilih pemimpin menurut aturan Islam.

Pria yang selalu mengenakan pakaian warna putih itu menilai bahwa Islam agama sempurna yang mencakup segala aspek kehidupan, dari yang sederhana sampai masalah kepemimpinan.

“Dari sederhana masuk kamar mandi sampai apalagi kepemimpinan. Memisahkan Islam dengan kepemimpinan adalah kebodohan, tidak paham ajaran Islam,” kata Ustadz Arifin Ilham dalam status Facebook, Selasa (10/11/2015)

Arifin juga beranggapan bahwa Islam tidak bisa dipisahkan dengan politik kekuasaan. “Nabi Ibrahim diutus Allah untuk menghadapi rezim berhala Namrudz, Nabi Musa diutus Allah menghadapi rezim pembantai bayi Firaun, dan Nabi Muhammad diutus Allah untuk menghadapi para kuffar jahiliyyah,” tegasnya.

Dengan takluknya kepemimpinan kuffar jahiliyyah, kata Ustadz Arifin, maka umat manusia beriman. “Bertasbih kepada Allah, dan banyak mengingatAllah (QS Thoha 33-34), agar umat hidup dalam petunjuk Allah, dalam kemuliaan Islam, dalam keberkahan taqwa. bahagia dalam syariat dan sunnah Rasulullah (QS Al A’rof 96),” tulisnya.

Karena itu, lanjut Ustadz Arifin, Islam sangat memperhatikan kepemimpinan dengan syarat dan kriteria yang sangat jelas yaitu mengutamakan keimanan dan ketaqwaan. “Bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shalih (QS Al Anbiya 105),” ungkapnya.



Ia pun berpendapat haram memilih pemimpin kafir. “Bacalah dengan iman Kalam Allah ini: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin/pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ? (QS An Nisa 144),” lanjutnya.

Ustadz Arifin juga membawakan dalil surat Al Maidah ayat 57, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”

Selain dalil dari Alqur’an, Ustadz Arifin menukil dalil dari hadits Nabi, dia mengatakan, “Rasulullah bersabda kepada ka’ab bin ujrah: mudah-mudahan Allah melindungimu dari para pemimpin yang jahil. Ka’ab bin ujzah bertanya: apa yang dimaksud dg pemimpin yang jahil wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “mereka adalah para pemimpin yang hidup sepeninggalku. Mereka tidak beriman pada petunjuk Allah, dan mereka tidak mengikuti sunnahku” (HR Ahmad).”

Ustadz Arifin mengingatkan bahwa setiap da’i wajib berpegang kepada dalil ketika menyampaikan ceramah. “Ingat setiap mu’min apalagi juru da’wah wajib menyampaikan dalil yang berdasar Alqur’an dan Sunnah,” tandasnya.

Di akhir nasihatnya, Ustadz Arifin Ilham mengajak berdoa agar dilindungi dari juru dakwah yang jahil.

“Allahumma ya Allah lindungilah kami dari juru dakwah jahil yang menyesatkan kami dari petunjukmu dan sunnah NabiMu…aamiin,” tandasnya.