Zaman sekarang wanita kebanyakan jadi tulang punggung, bukan tulang rusuk.....yang setuju tolong di shere biar semua pria merasakan betapa beratnya beban wanita di zaman sekarang...

Zaman sekarang wanita kebanyakan jadi tulang punggung, bukan tulang rusukWanita tercipta dari tulang rusuk, jangan suruh ia jadi tulang punggung. Jadilah lelaki yang bertanggungjawab. ” 


Apabila seorang suami memahami hak dan kewajibannya sebagai tulang punggung keluarga, jadi ia tidak akan menyuruh dan mengharuskan istrinya bekerja untuk menutupi keperluan rumah tangga. Karena menafkahi dan membiayai kepentingan rumah tangga itu sepenuhnya tanggungjawab suami. 

Walau sang istri berpendidikan tinggi, bertitel, memiliki pekerjaan dan skill yang menjanjikan. Mencari nafkah itu 100% tanggungjawab laki-laki. 

BACA JUGA :

Inilah 20 Waktu yang Dilarang Rasullah Saat Kamu Berhubungan Badan Denganm Istri Tercintamu




Jangan sampai zhalimi istri Anda, dengan menanggungkan beban yang bukan yaitu tanggungjawabnya. 

وَعَلَى ال�'مَو�'لُودِ لَهُ رِز�'قُهُنَّ وَكِس�'وَتُهُنَّ بِال�'مَع�'رُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَف�'سٌ إِلاَّ وُس�'عَهَا 

“Dan kewajiban ayah memberi makan serta pakaian pada beberapa ibu dengan cara yang ma’ruf” Al Baqarah : 233 

Kecuali apabila sang istri dengan kesadaran diri serta kerelaan hati bersedia membantu suami dengan bekerja sesuai sama ketrampilannya, tanpa ada disuruh atau dipaksa, jadi tidak kenapa. Asal pekerjaannya tidak keluar dari koridor syar’i. 

Sepantasnya mereka merasa malu… para suami yang memohon gaji dan pendapatan istri dengan cara paksa untuk memenuhi kebutuhan keseharian, suatu hal yang seharusnya yakni kewajibannya. 

Islam yaitu agama yang memuliakan dan menjunjung tinggi hak-hak wanita. Seorang suami tidak dapat menggunakan harta istri tanpa ada seizinnya, bahkan juga ia tidak punya hak atas harta waris yang ditemui oleh istrinya. 

Ittaqillaah wahai banyak suami.. bertaqwalah pada Allah. Sesungguhnya kezhaliman adalah kegelapan pada hari kiamat. 

كفى بالمرء إثماً أن يضيع من يعول 

“Seseorang itu sudah cukup di sebutkan sebagai pendosa jika ia menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya”