Begini Langkah yang Harus Dilakukan Saat Bayi Terbentur Lantai atau Dinding


Kabarnetizen.com - Teruntuk para bunda, saat buah hati Anda mulai aktif dan banyak bergerak, seringkali tanpa sengaja kepalanya akan terbentur dinding atau lantai. Ketika si kecil sudah bisa bergerak aktif, sering kali mereka jatuh saat sedang bermain bahkan terkadang sampai terbentur hingga membuat sang ayah atau bunda khawatir.
Orang tua biasanya lantas akan panik. Namun yang perlu diamati oleh orang tua saat anak terbentur adalah perhatikan keras atau tidaknya benturan, serta respons si bayi. Sebab pada dasarnya, benturan keras tentu bisa memengaruhi kondisi kepala bayi.
Perlu diketahui oleh para orang tua, bahwa struktur otak pada anak tak sama dengan orang dewasa. Pada anak, struktur otak belum sepenuhnya mengalami mielinisasi (proses pematangan selubung saraf), sehingga lebih mudah mengalami perlukaan jaringan yang dapat berakibat kontusio (luka memar), perdarahan dan kerusakan akson.
Ditambah lagi, tulang kranium (ubun-ubun) masih tipis, sehingga tengkorak belum bisa secara sempurna melindungi jaringan otak. Bila pada tahap perkembangan ini kepala anak mengalami benturan yang cukup keras, maka akibatnya bisa lebih fatal ketimbang orang dewasa.
Sehingga hal tersebut harus waspada kalau anak terbentur di daerah frontal (kepala bagian depan), karena merupakan bagian otak yang berfungsi untuk menyelesaikan masalah, kognitif (kecerdasan). Selain itu juga termasuk juga bisa kepala bayi terbentur lantai saat jatuh dari tempat tidur. Perhatikan bagaimana posisi bayi saat jatuh, bagian tubuh mana yang terbentur lantai, adakah benjolan di kepala setelahnya.
Lalu dilihat respons bayi, apakah bayi lantas muntah, kejang atau bahkan tampak tak sadarkan diri. Jika kondisinya sudah demikian, segera bawa anak ke dokter. Kemungkinan ia akan memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Sebagaimana dikutip Gulalives.co dari laman Children MD pada Senin (19/9/2016), ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah supaya bayi tak terbentur. Di antaranya adalah selalu awasi bayi dan jangan lengah saat menjaga bayi.
Saat bepergian ada baiknya orang tua juga memakaikan car seat. Hindari juga pemakaian baby walker karena risiko bayi jatuh dan terbentur bisa menjadi lebih besar. Para orang tua patut khawatir dan harus segera membawa si kecil ke dokter jika benturan di kepala menyebabkan akan pingsan, sulit dibangunkan, ada perubahan kesadaran, serta menyebabkan anak muntah proyektil. Muntah proyektil berbeda dengan muntah biasa pada anak. Sering kali pasca benturan anak menangis dan dahaknya berkumpul di tenggorokan hingga menyebabkan ia muntah.
Selain itu, patut diwaspadai jika setelah terbentur anak kejang, sakit kepala berkepanjangan, keluar darah atau cairan dari hidung dan telinga. Khusunya pada bayi, segera bawa ke dokter jika benturan menyebabkan ubun-ubunnya terasa menonjol dan tegang.
Walaupun tidak terdapat tanda-tanda seperti itu, orang tua tetap harus melakukan observasi selama tiga hari sebab dalam waktu tiga hari masih mungkin terjadi perdarahan pada daerah di antara tulang kepala dan lapisan terluar otak anak. Perdarahan di daerah ini bisa timbul perlahan dan bergejala sampai tiga hari pasca trauma. Anak yang awalnya sadar penuh bisa menjadi tidak sadar.
Beberapa hal lain bisa dilakukan oleh orang tua saat anak terbentur dengan kencang. Yang paling utama adalah untuk para orang tua untuk tidak panik dan tenangkan anak. Periksa kondisinya kalau tidak ditemukan gejala yang tidak mengkhawatirkan segera kompres dengan es yang dibalut kain dan berikan obat antiseptik jika terdapat luka di kulit.
Hal lain yang perlu dilakukan adalah bagi orang tua untuk tidak memberi krim yang mengandung heparin 24 jam pasca terbentur karena saat terbentur biasanya pada benjolan akan terjadi perdarahan. Dalam 24 jam pertama darah perlu membeku sedangkan heparin bekerja sebagai anti pembekuan darah. Bahkan setelah 24 jam heparin boleh diberikan karena darah yang membeku sudah saatnya dicairkan kembali agar benjolannya hilang. Demikian informasi terkait upaya yang dilakukan setelah anak terbentur, semoga bermanfaat dan si kecil tetap sehat selalu. (DP)