Bunda Sedang Hamil, Wajib Tahu 8 makanan yang sebaiknya dihindari oleh si ibu hamil

  • Saat hamil tubuh wanita bekerja keras demi pertumbuhan janin secara optimal. Oleh karena itu, memberikan asupan gizi melalui makanan sehat harus betul-betul diperhatikan dengan seksama. Namun demikian, ada 10 jenis makanan yang pantang dikonsumsi saat hamil. Kesepuluh makanan tersebut di antaranya, adalah:
  • 1. Sayuran mentah

    Bagi Anda yang gemar menyantap lalapan sebaiknya hindari dulu mengonsumsinya saat hamil. Sayuran mentah yang sering disajikan dalam menu lalapan kurang terjaga kebersihannya dan mengandung berbagai macam bakteri jahat yang dapat memengaruhi kesehatan Anda serta janin di dalam kandungan. Sebaiknya, jika memang ingin menyantap lalapan Anda bisa membuatnya sendiri di rumah dan pastikan sayuran benar-benar dimasak hingga matang untuk membunuh kuman serta bakteri yang melekat.
  • 2. Buah nanas

    Nanas kaya akan kandungan air dan paling pas dimakan saat suhu udara sedang panas. Namun, bagi ibu hamil mengonsumsi nanas sebaiknya dihindari dulu. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa buah nanas kerap menyebabkan perut mulas jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Namun, berkaitan mitos yang beredar bahwa nanas dapat menggugurkan kandungan nyatanya hal tersebut tidak terbukti. Sebaliknya, kandungan vitamin yang dimiliki nanas justru dapat memperkuat daya tahan tubuh ibu hamil.
  • 3. Buah durian

    Sama seperti buah nanas sebetulnya tidak masalah ibu hamil mengonsumsinya, hanya saja demi kesehatan janin di dalam kandungan sebaiknya dihindari dulu. Kandungan alkohol tinggi yang dimiliki oleh buah durian dapat memegaruhi kesehatan janin di dalam kandungan. Bahkan, jika mengonsumsi buah durian dalam jumlah banyak janin dapat keracunan, hingga menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.
  • 4. Ikan, telur dan daging mentah

    Alasannya cukup logis mengapa ketiga makanan tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah. Pada ikan, telur dan daging mentah ternyata masih terdapat bibit-bibit penyakit serta telur cacing yang hanya bisa mati jika dipanaskan lebih dari 100o Celcius.
  • 5. Minuman beralkohol

    Carol Archie, MD, seorang profesor sekaligus ahli kebidanan dan ginekologi di David School of Medicine, UCLA, seperti dikutip dari laman (http://www.alodokter.com/bahaya-minuman-keras-selama-kehamilan), berpendapat bahwa sebaiknya para ibu hamil untuk tidak mengonsumsi minuman beralkohol atau minuman keras sedikit pun, sebab alkohol dapat berdampak pada perkembangan sel-sel otak bayi sewaktu di dalam kandungan. Lebih lanjut, Archie menjelaskan, mengonsumsi lebih dari 4 kaleng minuman keras selama kehamilan dapat menyebabkan janin Anda menderita Foetal Alcohol Spectrum Disorder (FAS) dengan tanda-tanda ukuran kepala lebih kecil, kelainan pada wajah, dan gangguan dalam belajar serta berprilaku.
  • 6. Kafein

    Salah satu alasan yang cukup mudah dipahami mengapa kafein dapat mengancam keselamatan janin adalah, kafein dapat menyebabkan detak jantung janin lebih kencang. Pada kasus yang lebih parah janin dapat mengalami gagal jantung yang akhirnya berujung pada kematian. Beberapa pakar kesehatan tetap memperbolehkan ibu hamil untuk mengonsumsi kafein, hanya saja kadar yang diizinkan tidak lebih dari 200mg atau setara dengan 2 cangkir kopi setiap harinya.
  • 7. Makanan dengan kadar gula tinggi

    Dalam kasus berat badan janin rendah selama kehamilan, dokter akan menyarankan pada ibu hamil agar mengonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi, seperti: Es krim, coklat, kue, dan sebagainya. Hanya saja, pada kehamilan normal ibu hamil tidak diperkenankan mengonsumsi makanan manis secara berlebihan. Makanan manis yang kerap dikonsumsi selama kehamilan menjadi penyebab ibu hamil menderita diabetes dan bayi lahir dengan berat badan berlebih atau obesitas.
  • 8. Makanan dengan kadar garam tinggi

    Mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi dapat menyebabkan ibu hamil menderita tekanan darah tinggi selama proses kehamilan. Pada bayi dampak kelebihan garam akan menyebabkan janin mengalami gangguan dalam pembentukan ginjal dan janin lahir dengan gangguan fungsi jantung.