Heboh!! Kenapa Bukan Ibas yang Jadi Cagub DKI? Ini Jawaban Agus Harimurti Mengejutkan



Jakarta - Pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cagub DKI diiringi pertanyaan soal karir politik sang adik, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Ibas lebih dulu berkecimpung di dunia politik, mengapa bukan dia yang dicalonkan sebagai cagub?

Pertanyaan di atas ramai disuarakan di media sosial, bahkan sampai dibuat meme. Agus yang ditanya hal tersebut mengawali jawabannya dengan menceritakan soal dukungan Ibas kepada dirinya. 

"Saya sangat senang, bersyukur, adik saya nelepon juga ke Darwin ketika itu. Dan pertama saya mendarat (di Indonesia) juga langsung bertemu dengan Ibas, adik saya. Dan dia betul-betul suportif," ungkap Agus saat bertandang ke kantor redaksi detikcom, Jalan Warung Jati Barat Raya, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2016). 

Sama seperti kedua orangtuanya, Ibas yang merupakan Ketua Komisi Pemenangan Pemilu PD memberikan pertimbangan-pertimbangan soal Pilgub DKI, termasuk konsekuensi yang harus dihadapi di dunia politik.

"Dalam arti begini, (Ibas bertanya) 'Apakah sudah dipikirkan benar-benar?'. Tapi usai itu full support. Karena dia sayang sama saya, dan saya sayang sama dia juga," tutur suami Annisa Pohan ini.

"Dulu waktu saya mau jadi tentara dia support saya, dia mau jadi politisi juga saya support abis dia. Dan saatnya ini ada perubahan kehidupan, perubahan karir, dia pun tetap suport itu. Jadi Alhamdulillah, saya kakak-adik tetapi cukup dekat. Dalam arti saling mendukung satu sama lainnya," sambungnya.


Agus sejak awal sudah menyadari bahwa salah satu dampak munculnya ia di Pilgub DKI, maka nama Ibas juga akan disebut-sebut. Keduanya sudah membahas perihal itu dan melakukan antisipasi.

"Saya juga mengatakan sejak awal, Dek, hati-hati ya, kita harus mawas diri. Pasti setelah ini akan ada yang ingin membentur-benturkan kita. Ketika kita tidak bisa antisipasi, buat apa ini semua, sedih kita berdua. Sedih nanti orang tua kita. Jadi saya sudah tahu dari awal," kisah Agus.

Mantan perwira berpangkat mayor itu mengatakan Ibas juga sudah memperkirakan hal yang sama, maka keduanya pun sudah memiliki kesepahaman. "Adik saya juga sudah tahu pasti ada aja yang begini-begini nih. (Pergunjingan tentang) Ibas yang lebih lama (di politik), kenapa bukan dia (yang diajukan)," ujar Agus.

Setelah menjelaskan soal interaksinya dengan Ibas, Agus lalu mencoba menjawab pertanyaan mengapa bukan adiknya yang jadi cagub DKI. "Setiap orang punya jalur dan garis hidup masing-masing. Itu jawaban paling normatiflah. Kemudian saya pun tidak pernah menyangka akhirnya saya berhenti (dari TNI -red) di sini dan bergeser ke pengabdian yang lain," kata pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 1978, ini.

"Sama halnya seperti di tempat atau situasi berbeda, bisa kakak atau adik, bisa kolega. Kenapa dia, bukan dia. Itulah yang harus kita yakini. Yang penting kita saling memahami, ini juga nama itu keluar dari orang lain. Kecuali pertanyaannya kalau nama itu keluar dari orang tua saya," sambungnya.

Agus selalu menegaskan namanya keluar sebagai cagub DKI bukan atas permintaan SBY. Namanya diusulkan oleh tiga pimpinan partai lain yang mengusungnya, yaitu PAN, PPP, dan PKB.

"PPP punya kader, PAN punya kader, PKB punya kader yang hebat, jago-jago, tapi bukan kader mereka yang diangkat. Karena mereka ingin sepakat satu suara, kalau tidak bersama-sama tidak mungkin mencalonkan sendiri, kurang kursinya," ujarnya melanjutkan jawaban soal kenapa bukan Ibas yang dipilih jadi cagub DKI.

"Karena itu keluar dari partai pendukung lainnya. Jadi artinya, saya juga tidak tahu kenapa nama saya muncul, saya anggap sebagai momentum sejarah dan takdir Tuhan," imbuh peraih Adhi Makayasa ini.