Terungkap! Kondisi Ibu yang Setor Rp 200M ke Dimas Kanjeng Sebelum Meninggal

Muhammad Najmul adalah anak bungsu dari Najmiah, korban penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi asal Makassar, Sulawesi Selatan. Najmul mengaku sejak 2014 hingga 2016, ibunya telah menyetor uang hingga ratusan miliar rupiah kepada Dimas Kanjeng. Namun, ibunya telah meninggal sejak lima bulan yang lalu.


“Nilainya lebih dari Rp 200 miliar,” kata Najmul, didampingi oleh anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Akbar Faisal, saat melaporkan kasus penipuan yang dialami ibunya di Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Timur, Jumat, 30 September 2016, dilansir oleh tempo.co.
 Ketika datang melapor, Najmul membawa satu koper emas batangan palsu dan uang kertas mata uang asing palsu yang diperoleh dari Dimas Kanjeng sebagai barang bukti.
Najmul menuturkan, dirinya mengenal Dimas Kanjeng sejak tahun 2015. Kala itu, Najmul diminta ibunya untuk menyetor sebuah koper berisi yang pecahan Rp 100.000 untuk diberikan kepada Dimas Kanjeng. Namun, sebenarnya ibu Najmul telah mengenal Dimas Kanjeng sejak tahun 2014.
“Kronologi awalnya saya kurang paham. Setelah berjalan, baru muncul bukti-bukti yang mencurigakan bahwa penipuan yang dilakukan Dimas Kanjeng cukup jelas,” tuturnya.
Dewan Perwakilan Rakyat asal Sulawesi Selatan, Akbar Faisal menjelaskan, korban penipuan Dimas Kanjeng bukan hanya di Makassar maupun di Jawa Timur saja.
”Yang dari Makassar ini yang paling besar. Yang lain ada yang merugi Rp 1 miliar, Rp 1 juta. Tapi mereka belum lapor,” kata Akbar.
Mengenai kematian ibu Najum, Akbar juga mencurigainya. Pasalnya, sebelum kematian, ibu Najmul tidak menderita penyakit apa pun. Kemudian keluhan sakit muncul sejak meminum ramuan dari Dimas Kanjeng.
Akbar menyebutkan adanya keanehan dari Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Menurut penjelasan korban, ibu Najmul (Najimah) meninggal semenjak meminum ramuan yang diperoleh dari Dimas Kanjeng.
Dalam proses sakitnya, ujung tangan korban menghitam,” ungkap Akbar.Sedangkan sebelumnya, Akbar menegaskan, Najimah tidak pernah memiliki riwayat penyakit seperti yang ia alami hingga meninggal itu. Akhirnya, Akbar merasa curiga adanya kaitan antara kematian Najimah dengan ramuan dari Dimas Kanjeng.
“Ada kecurigaan di situ,” ungkap Akbar sambil menunjuk foto Najimah yang ujung tangannya menghitam ketika berobat di Singapura.