Video!! Penjelasan Putri Seorang Ustadz dan Ustadzah Yang Masuk Katolik, Sangat Mengejutkan Ternyata...



Kabarnetizen.com - Kesaksian Dan Cerita Riil Nur Laila Seorang Muslimah Malaysia Masuk Kristen : “Saya Terima Sayidina Isa Al­Masih (Yesus Kristus) Sebagai Penebus Dosa Saya Serta Juga Sebagai Rabbi Dan Tuhan Saya Sendiri! “Pada satu hari, saya telah terjumpa dengan jawapan dan penyelesaian pada semua keruncingan dan keresahan rohani didalam jiwa dan hati saya. 


Setelah selesainya pelajari di sekolah menengah, pendidikan saya dilanjutkan lagi di institut pengajian tinggi (IPT) dimana saya sudah belajar pendidikan umum serta pendidikan Islam. Saya sudah jalani sekian banyak mengenai agama Islam, serta tahu ilmu­ilmunya dengan cukup mantap, walau juga
demikian, Islam tak dapat menentramkan jiwa saya atau membuahkan kehidupan yang berarti maupun jadi tips hidup buat saya melalui cara serius. Kondisi dalam hati serta jiwa saya tetap masih lagi kosong serta gelisah sahaja serta saya tidak pernah nikmati apa yang difahami sebagai kasih­sayang Tuhan
Allah agama Islam itu! Sesudah tahu telahaan serta pengajian agama Islam, saya temui bahawa seolah­olah kasih­sayang Allah itu tidaklah kasih sayang Tuhan yang sebenar atau yang paling disayangi yang sebenarnya. Lebih­lebih lagi, kasih sayang Allah agama Islam yaitu begitu terbatas serta bersyarat sekali ; saya sangat terpaksa sekali lakukan semua tipe hal serta ketetapan agar saya melayakkan diri agar bisa alami kasih­sayang­Nya, yaitu ‘irrahman serta arrahim­Nya’! Saya tak menyebabkan soalansoalan seperti ini pada orang tua saya kerana mereka menganggapi pertanyaan seperti itu yaitu ‘dosa besar’!

Disuatu hari, setelah saya menunaikan melakukan ibadah sholat saya pada Allah, saya udah menangis serta rasa haru menyelubungi saya oleh kerana saya tidak bisa tahu atau merasa apakah itu kasih dan sayang Allah swt itu! Selang beberapa saat, saya sudah buka radio saya serta kebetulan sekali, pas waktu itu yakni siaran stesyen radio Kristian. Seseorang wanita Kristian tengah membaca dari pada Kitab Suci Injil, Matius fasal 11 ayat 28, yang berbunyi :

‘Sayidina Isa berkata : “Marilah kepada­Ku, hai anda semuanya yang letih lesu serta menanggung beban berat, Saya dapat berikan kelegaan bagimu. “‘

Saya sudah memikirkan pada diri saya : “Siapakah Sayidina Isa ini, yang dapat serta bisa menganugerahkan kelegaan pada umat manusia yang berbeban berat? Saya tetap masih ingat menyampaikan kepadaNya, “Kalau Engkau sebenarnya Ilahi, serta Sayidina Isa yang sebenarnya sudah menyampaikan seperti itu, tolonglah, biarkanlah saya ketahui Engkau! “

Pada Th. Pertama saya di Universiti, saya dijemput ke satu keramaian oleh beberapa rekanan saya. Umumnya mereka di situ yaitu orang beragama Kristian. Saya sudah mendengar cerita mengenai Sayidina Isa Al­Masih sekali lagi. Satu ungkapan yang cukup unik sudah menarik perhatian saya, yaitu : “Sayidina Isa mengasihi anda. ” Saya teringat saat saat itu, di mana pencarian saya untuk kebenaran kasih­sayang Allah swt yakni hampa sahaja. Jadi saat itu, saya teringin untuk kenali siapakah Sayidina Isa itu sesungguhnya kerana jika Dia sesungguhnya mengasihi saya, saya bakal jadi pengikutNya yang setia! Oleh maka itu, saya sudah berkata pada Sayidina Isa : “Sayidina Isa Al Masih, jika sesungguhnya Engkau Ilahi, serta mengasihi saya, izinkanlah saya ketahui Engkau!

Dua malam lalu, sembari tidur saya telah punyai mimpi. Mimpi saya itu tampakkan satu cahaya yang demikian indah di depan pintu rumah saya! Saya inginkan menjamah cahaya itu, tetapi kaki saya tersangkut pada lantai juga! Pada saat yang sama, terdengar suara ibu saya:”Jangan mendekati cahaya itu.”

Saya telah terbangun dengan mendadak dalam keadaan berpeluh. Saya kurang faham apakah maksud cahaya indah itu serta menceritakannya pada rekanan Kristian saya tentang mimpi saya dan dia menjelaskan bahawa saya harus mempelajari Kitab Injil untuk rasakan jawapannya. Dan jawapannya ada di dalam nas Injil, Yahya fasal ayat 5 :“Selagi Saya ada di dunia ini, AKULAH TERANG DUNIA. ” Sekianlah bunyinya kalimat Sayidina Isa dan sebenarnya Baginda yakni terang dunia. Saya menginsafi saat itu juga Baginda kehendaki saya sedar dan mengakui bahawa Dialah cuma satu Terang Dunia dan saya harus ikuti jalan Baginda! Mulai sejak mimpi saya itu, saya telah membaca, mengulas dan mempelajari kitab Perjanjian Baru dalam Kitab Suci Injil pada sehari­hari.