Geger!! Buaya Sungai Lubuk Bunter Seret Sangkuriang Saat Menjaring Ikan Hingga

Kabarnetizen.com -  Nelayan asal Desa Kimak, Sangkuriang alias Siankuri alias Biel (40), menghilang.
Seketika tubuhnya tenggelam diseret buaya hingga ke dasar Sungai Lubuk Bunter Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Senin (14/11) malam.
Kabar tentang keganasan buaya kolong ini menyebar ke berbagai pelosok Desa Kimak.
Bahkan, warga desa tetangga sebelah, yaitu Desa Sempan, Kecamatan Pemali ikut gempar mendengar kabar hilangnya Sangkuriang alias Siankuri alias Biel.

"Tolong bawa pasukan ke Jembatan Imbung malam ini juga. Ada warga Kimak kena musibah dimakan buaya Sampai sekarang (malam tadi -red) belum ketemu mayatnya. Sekarang sudah pada kumpul orang di Jembatan Limbung," kata Kades Desa Sempan, Kecamatan Pemali Bangka, Boim memberi data awal kepada Bangka Pos Group, Senin (14/11) sekitar Pukul 22.50 WIB.
Sementara itu, Kades Kimak, Mustofa dikonfirmasi Bangka Pos Group, Senin (14/10) pukul 23.00 WIB, mengakui ada warganya yang terkena musibah.
"Memang betul ada warga kami yang disambar buaya. Kejadian sore tadi (kemarin -red) korban pergi meninggalkan rumah," kata Mustofa.
Mengenai identitas korban, Mustofa menyebut, asalnya dari Desa Jadah Bahrin Kecamatan Merawang.
"Namanya Sangkuriang atau biasa dipanggil Biel. Umurnya sekitar 40 tahun, asal Desa Jadah Bahrin, tapi sudah menetap di Desa Kimak, jadi dia itu resmi sebagai warga kami di Desa Kimak," katanya.
Korban merupakan ayah tiga anak dan memiliki seorang istri. Awalnya, korban mencari ikan di sekitar kolong bekas tambang timah, dekat aliran Sungai Lubuk Bunter Desa Kimak Kecamatan Merawang.
"Menurut istri korban, korban mencari ikan di Kulong Ucok, bekas kolong timah dekat sungai (Sungai Lubuk Bunter), tapi disambar buaya. Warga kami ramai berusaha mencari korban," kata Mustofa.
Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun Bangka Pos Group, Senin (14/11) pukul 23.50 WIB menyebutkan, sebelum diterkam buaya, korban sempat istirahat sejenak untuk Salat Isya, pukul 19.00 WIB di Pinggir Sungai Lubuk Bunter.
Usai Salat Isya, korban turun ke sungai, berendam sebatas pinggang, siap-siap menebar jaring jalanya.
Saat itulah tiba-tiba buaya ganas muncul ke permukaan, lalu menerkam dan menyeret pria malang ini ke dasar sungai.
Kapolsek Merawang AKP Fahruddin kepada Bangka Pos Group, Senin (14/11) malam, menyebut sejumlah perahu nelayan dikerahkan menyusuri sungai ini.
Berbagai tim, termasuk Tim Polsek Merawang dan Tim Polres Bangka dipimpin Kabag Ops AKP S Sophian didampingi beberapa kasat ikut serta dalam pencarian.
"Informasinya, korban berpindah-pindah jala ikan, dari kolong, pindah ke aliran sungai. Ada saksi bernama Simin (33) sempat melihat korban sempat Salat Isya di pinggir sungai. Setelah turun menjala ikan ke sungai, korban diterkam buaya, lalu menghilang. Kemudian saksi mencari bantuan kepada warga. Namun hingga malam ini (malam tadi) belum juga ditemukan," kata Fahruddin mewakili Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana. (fly)
Sumber : bangka.tribunnews.com