hebohkan Netizen! Kok Ada Logo Palu Arit di Uang Rupiah, Ini Penjelasan Bank Indonesia Yang Mengejutkan

 Masyarakat rupanya sudah mulai kritis terhadap rasa kebangsaan dan keyakinan mereka, terbukti ketika sebuah logo yang terpampang di mata uang pecahan Rp. 100.000 yang dulunya menggunakan logo Bank Indonesia dengan bentuk huruf B ditengah dan huruf I menempel tepat di tengah huruf B, kini tampak berubah.

Namun kejelian ini dimulai oleh siapa tidak diketahui oleh para netizen, yang menemukan keganjilan perubahan pada logo yang tertera di bawah tulisan nominal Rp. 100.000, dimana gambar logo BI sudah tidak terbaca lagi, dan diganti dengan sebuah logo yang tidak terlalu bisa dipahami, namun mirip dengan gambar sebuah arit dan palu.

Akibatnya para pengguna sosial media membenarkan jika memang gambar tersebut adalah palu arit. Dan netizen yang kaget, mulai membagikan ke kelompok atau grup serta sosial media yang mereka miliki. Harapannya pihak Bank Indonesia bisa memberikan keterangan terkait dengan hal tersebut.

Kabarnetizen.com - Palu Arit” memang dikenal sebagai lambang milik paham komunis dimana para tokoh nasional lainnya sudah mencurigai jika paham yang tidak mempercayai adanya Tuhan ini, sudah mulai kembali tumbuh di masyarakat.



Bank Indonesia (BI) akhirnya membantah menggunakan logo palu arit di uang kertas pecahan Rp100 ribu. Istilah palu arit menjadi sensitif karena erat kaitannya dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, logo BI dalam uang kertas pecahan Rp100 ribu dicetak rectoverso.

"Menurut hemat saya, ini masalah persepsi, karena ada yg bilang bentuknya seperti cookie," katanya, sebagaimana disitat okezone, Sabtu (12/11/2016).


Rectoverso adalah suatu teknik cetak khusus pada uang kertas di mana pada posisi yang sama dan saling membelakangi di bagian depan dan bagian belakang uang kertas terdapat suatu ornamen khusus seperti gambar tidak beraturan. 

Namun demikian, apabila rectoverso pada uang kertas diterawang ke arah cahaya maka akan terbentuk suatu gambar yang beraturan. Pada setiap pecahan uang kertas Rupiah, rectoverso-nya membentuk ornamen lambang "BI" (singkatan dari Bank Indonesia). 

"Pemilihan warna juga tidak disengaja seperti itu. Ini adalah salah satu security feature dan desain tersebut telah dipakai sejak lama," ucapnya. 

Ternyata, selain pecahan Rp100 ribu, teknik rectoverso juga digunakan pada uang Rp2.000 sejak 2009. Sementara untuk uang Rp5.000 sejak 2001.