Inilah Saksi Fakta 'Insiden Penembakan Polisi kpd Demonstran':


Saksi Fakta 'Insiden Penembakan Polisi kpd Demonstran':

Saksi: Helmi Al Djufri, S.Sy.
Pkl.14.00-20.30 WIB.

1. Setibanya massa di istana negara skitar Pkl.14.00 aksi berjalan baik,damai & tertib, semu krn dikomandoi oleh para Ulama & Habaib.

2. Massa memenuhi 2 jalur dpn istana negara

3. Sy sendiri berada dekat dgn mobil komando dr awal sampai insiden terjadi

4. Selama di sekitar istana tdk ada sinyal internet, entah apa penyebabnya

5. Sekitar Pkl.19.40 elemen mahasiswa bentrok dgn Polisi di pojok jalan yg memang jauh dr pantauan mobil komando

6. Tiba2 skitar pkl.19.50 Polisi menembak massa yg berada di jalur dpn RRI, sedangkan mobil komando & massa lainnya ada di sebrangnya

7. Secara membabi buta polisi menembak seluruh massa yg ada di dpn RRI selama kurang lebih 10 menit, dan Ulama menenangkan, dan massa yg ada di sebrang RRI dkt mobil komando ttap tertib & tdk ditembaki

8. Pd menit ke-15 dr ujung jalan tempat polisi menembaki elemen mahasiswa, Polisi menembaki jg gas air mata ke tengah2 massa yg ada dkt mobil komandi, dan secara membabi buta jg menembak gas air mata k tengah2 kerumuman massa dkt mobil komando

9. Gas air mata diarahkan k mobil komando dgn sengaja tp alhamdulillah tdk ada peluru yg nembus sampai k mobil komando

10. Tp, krn tembakan itu tdk henti2nya diluncurkan shingga asap gas air mata meracuni para Habaib & Ulama

11. Ust. Arifin Ilham pun hampir pingsan gara2 gas air mata, sy membantu mengawal Ust. Arifin Ilham k ambulan bersma laskar FPI

12. Banyak Habib yg jg keracunan yg dilarikan k ambulan, termasuk byk laskar & massa yg kena tembak di kaki & perutnya, sy mmbantu menggotong mreka brsama massa lainnya

13. Selama lebih dr 30 menit tembakan itu terus menghujani langit lokasi aksi damai

14. Aksi damai ini dinodai oleh Polisi, bahkan gas air matanya pun mengenai mobil truk polisi yg diparkir di pojok dpn gerbang monas sampi terbakar,.entah siapa yg membakarnya, apakah oknum polisi yg jd provokator atau massa (Allahu'alam) sy & komando di mobil terkejut tiba2 ada kebakaran 1 mobil. Tp entah bgaimana ada 1 mobil Polisi lg berbentuk jenis kijang tanpa badan yg terbakar krn diparkir tepat di samling truk polisi, mungkin krn rembetan api (Allahu'alam)

15. Lebih dr 30 menit kami ditembaki gas air mata & peluru karet, para Ulama & Habaib ttep menyuruh massa utk diam, duduk di tempat & tdk maju apalagi mundur,.krn rencana & tujuan aksi hasil syuro para Ulama & Habaib adalah menginap di dpn istana sampai JOKOWI menerima delegasi Ulama. Bahkan Habib Rizieq menasehati Polri agar berhenti menembaki massa & mahasiswa, tp nasehat & peringatan tsb diacuhkan sama sekali oleh Polri

16. Setelah lebih dr 30 mnit kami ditembaki, Panglima TNI & Kapolri menginstruksikan seluruh anggota Polri jgn menembak, tp instruksi itu ttap dihiraukan oleh anggota Polri, kami pun terus dihujani tembakan gas air mata & peluru karet

17. Alhamdulillah, sy bergabung brsama massa lainnya melindungi Habaib & Ulama di dpn mobil komando, siap mati syahid kl tertembak, kami merasa tenang di dpn para Ulama & Habaib walaupun suara tembakan gas air mata di depan mata kami. Kami hanya keracunan saja, tp msh hidup. Banyak massa lainnya yg dilarikan ke ambulan & RS krn tdk kuat racun gas air mata & peluru karet. Alhamdulillah tdk ada yg meninggal

18. Sesuai dgn rencana & tujuan aksi adalah DAMAI, hanya menuntut keadilan trhdp penista Agama (ahok borok kokok) para Habaib & Ulama ttep menyuruh kami utk tenang, tdk maju, tdk mundur, tdk melawan, dan akhirnya kami pun diperintahkan mundur dgn tertib, tenang & damai yg disuarakan dr mobil komando.

Sekian kejadian yg sebenarnya di istana negara "POLISI MENODAI AKSI DAMAI ULAMA & UMMAT MUSLIM SE INDONESIA"